Cinta Seorang Lelaki

Pagi itu di sebuah klinik kandungan engkau duduk menemaniku, di sampingku. Berkemeja koko ungu yang teduh dengan sekerat janggut manis di dagu. Aku selalu bertanya, mengapa engkau selalu sabar? Tidakkah engkau lelah membersamaiku? Elang mataku memandangmu penuh tanya tentang kesabaranmu itu, ada debar di hati deru di jiwa genta di dada degup di jantung, aku terpesona dengan kesetiaanmu.
Baca lebih lanjut

Orang-orang yang Pergi

Orang-orang yang Pergi

Banyak orang yang memutuskan untuk pergi. Entah itu dengan kemauan sendiri atau karena desakan kondisi dan lingkungan. Mereka pergi tanpa jejak, tanpa suara, bahkan tanpa izin terlebih dahulu. Membuat orang yang ditinggalkan jadi kehilangan dan bahkan membawa kegersangan. Sedihnya, orang-orang yang pergi ini diam-diam namun pasti telah menggiring sebagian besar keluargaku. Dan menggiring orang-orang yang lemah prinsip untuk turut pergi pula. Entah bagaimana ceritanya, orang-orang yang dulu dekat secara hati, kini mulai menjauh. Lantas pergi. Baca lebih lanjut

Peluang Pendidikan Gratis di Jerman

Mahasiwa Tengah Serius Membaca Informasi di Pameran Sains dan Teknologi di ITB Bandung

Mahasiwa Tengah Serius Membaca Informasi di Pameran Sains dan Teknologi di ITB Bandung

Pameran Sains dan Teknologi Jerman-Indonesia yang digelar di ITB Bandung mulai 28 Oktober-3 November 2015, tidak hanya mengetengahkan aneka macam teknologi serta hasil-hasil riset terbaru yang telah dihasilkan selama ini. Akan tetapi, pameran ini menjadi ajang transfer informasi berharga khususnya seputar informasi program beasiswa ataupun peluang studi di negara dengan Ibu Kota Berlin tersebut.

Baca lebih lanjut

Tidak Usah Malu Belajar Riset dan Teknologi dari Jerman

Teknologi Terbaru Mercedes Benz Automobile

Teknologi Terbaru Mercedes Benz Automobile

Bila kita membicarakan Jerman, maka tidak bisa lepas dari kenyataan bahwa Jerman adalah negara yang penuh dengan gagasan orisinil, mempunyai kecenderungan yang tinggi terhadap pendidikan; ilmu pengetahuan; penelitian; dan pengembangan riset-riset yang saling berkaitan satu sama lainnya. Lebih-lebih di era Uni Eropa seperti saat ini, di mana tapal batas diantara negara-negara ‘benua biru’ itu hampir tidak ada sama sekali. Sehingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat, selaras dengan arus globalisasi yang kian meningkat. Oleh karena itu, sudah tidak aneh lagi jika Jerman tersohor dengan sistem pendidikan dan perguruan tingginya yang berkelas. Dampaknya, tidak mengherankan bahwa Jerman kini bisa menjadi yang terdepan dalam riset dan pengembangan paten-paten terkini.

Baca lebih lanjut

Melihat Lebih Dekat Perkembangan Teknologi Jerman di ITB

Suasana Pameran

Salah seorang pengunjung tengah melihat display yang dipajang.

Jerman adalah salah satu negara yang maju di bidang riset, sains dan teknologi. Merujuk dari data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Jerman, menduduki peringkat ketiga di dunia di bawah Amerika Serikat dan China sebagai negara terbaik di bidang sains. Maka kesempatan emas bagi kita untuk memanfaatkan gelaran Pameran Sains dan Teknologi Jerman-Indonesia yang berlangsung 28 Oktober s.d 3 November di Institut Teknologi Bandung, sebagai ajang untuk belajar.

Lanjutan dari pameran serupa yang telah usia digelar di Museum Nasional Jakarta pada 5-15 Oktober lalu ini, menyuguhkan berbagai teknologi anyar Jerman. Bahkan, juga terbuka peluang untuk melakukan riset dan melanjutkan studi di Jerman secara gratis. Menyusutnya jumlah pelajar Indonesia di Jerman, dari 15.000 orang menjadi hanya sekitar 3000 orang adalah salah satu alasan mengapa pameran ini diadakan. Hal ini diungkapkan oleh Michael Rottman, Konselor Bidang Sains dan Teknologi Kedutaan Besar Jerman di Indonesia ketika ikut membuka Pameran di Museum Nasional awal bulan Oktober lalu.

Baca lebih lanjut

Ramadan Kedua

Eika Vio dan HD Gumilang

Ini adalah Ramadan keduaku, bersamanya, suamiku. Kami sangat bersyukur bisa bertemu dengan Ramadan lagi dan menjalaninya bersama-sama, berdua. Dan berbicara soal berdua, banyak sekali kisah yang kami alami selama Ramadan sebagai pasutri muda. Terkadang ada tawa, canda, sedih, atau kesal. Semua campur aduk menjadi rasa yang tak akan pernah bisa terlupakan. Rasa itu menambah ikatan cinta, menabur lebih banyak kasih, dan mengoles pengertian lebih dalam. Berikut kisahnya:

Baca lebih lanjut

Menjadi Dewasa

Aktif

Aku sering bertanya-tanya. Apakah aku sudah dewasa?

Beberapa waktu yang lalu aku menghadiri beberapa pesta pernikahan. Dan sang mempelai wanita terlihat dewasa dengan gaun pengantin yang indah, selop jangkung, dan riasan yang menawan. Sekilas aku berpikir bahwa mereka itu dewasa. Lalu, apakah itu bisa dibilang sudah dewasa? Baca lebih lanjut

Antara Ramadhan, Fenomena Takjil Gratis, dan Perang Niat

Ilust_Takjil

Oleh: Eika Vio

Ramadhan memang bulan yang unik. Mengapa? Karena di bulan ini banyak orang mendadak berbuat lebih islami. Tak hanya sinetron-sinetron televisi yang di-make over menjadi lebih islami—dengan hijab dan baju koko yang ditonjolkan, lalu iklan yang berseliweran dikemas dengan gaya islami, pun juga fenomena bersedekah yang mendadak nge-trend.

Salah satu contoh nyata nge-trend-nya fenomena bersedekah selama Ramadhan adalah berbagi makanan pembuka puasa. Bukan menjadi pemandangan yang aneh lagi jika selama Ramadhan banyak orang membagikan hidangan takjil gratis. Entah hidangan takjil itu dari organisasi, lembaga, yayasan, perusahaan, partai politik, atau dari perorangan. Yang pasti, akan sangat mudah menemukan hidangan takjil gratis di mana-mana—di masjid, di sekolah, di kantor, di mall, sampai di pinggir jalan raya. Baca lebih lanjut

5 Kiat Mengajari Balita Shaum Ramadhan

anak-puasa

Oleh: Eika Vio*

Shaum Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang sudah baligh. Kewajiban menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang bisa membatalkan shaum sudah dijelaskan dalam QS. Al Baqarah:183. Akan tetapi, bagaimana dengan balita atau anak-anak di bawah lima tahun? Wajibkah mereka shaum Ramadhan? Dalam Islam, balita memang belum diwajibkan untuk shaum. Meski begitu, balita tetap bisa diajari shaum agar kelak makin terbiasa. Anda ingin mengetahui bagaimana kiatnya? Berikut 5 kiatnya untuk Anda:

Baca lebih lanjut

Si Kutu Buku

HD Gumilang Membaca

Di dunia ini ada beraneka ragam hobi yang digemari manusia. Ada yang menggilai mobil antik—yang semakin tua semakin mahal pula harganya. Ada juga yang menyukai tanaman hias—yang saking banyaknya ia mengoleksi tanaman, rumahnya bahkan disangka rumah tukang kebun, hehe. Dan masih banyak lagi jenis hobi yang tak bisa kuabsen satu per satu di sini. Meski begitu, ada satu hobi yang akan kuceritakan di sini. Satu buah hobi yang membuatku tergelitik ingin menuliskannya. Pasalnya, hobi itu menyerang suamiku sendiri. Sebuah hobi yang membuat suamiku jadi kutu buku!

Baca lebih lanjut

Skia

Sumur Rahasia

Oleh: Eika Vio

Panggil saja dia Skia . Seorang wanita gempal dengan perawakan pendek dan wajah yang datar. Ya, wajah yang datar karena ia jarang sekali bicara—bahkan tersenyum pun hampir tak pernah tampak. Kabarnya Skia memiliki rambut merah bergelombang yang panjang. Kusut dan hampir tak pernah diikat. Beberapa orang bahkan memanggil Skia dengan sebutan “fantasma” karena ia sering didapati tengah berjalan tanpa alas kaki di malam hari—yang kata sebagian orang terlihat seperti mengapung di atas tanah. Begitulah Skia, wanita misterius yang jika mendengar penuturan banyak orang, ia mirip dengan dukun atau penyihir.

Baca lebih lanjut

Lelaki Paruh Baya

Lelaki Paruh Baya

Oleh: Eika Vio

Anak-anak di kotaku sering menghilang. Tiba-tiba. Misterius. Mengundang banyak tanya. Ada yang berceloteh bahwa mereka—anak-anak yang polos dan masih suka ngompol di celana itu—diculik oleh manusia setengah harimau. Bahkan ada yang berseloroh bahwa para bocah ingusan di kotaku menghilang karena dimangsa peri-peri bulan. Tapi, aku tak pernah percaya bualan itu. Aku lebih percaya bahwa anak-anak di kotaku menghilang karena seorang lelaki paruh baya.

Baca lebih lanjut

Teuku

Teuku

Oleh: Eika Vio

Hari ini adalah hari lahirnya. Anehnya, aku masih ingat. Hingga aku tua macam ini aku tak pernah tahu di mana kini ia berada. Bagiku, lelaki itu laksana malam. Yang muncul cepat-cepat dan hilang buru-buru. Yang datang hanya sekejap mata. Yang pergi bak kilat. Ia ada, lalu beberapa menit ia tak tampak lagi, hilang. Terganti oleh debur-debur dan rintihan manusia-manusia yang tercekat di kerongkongan. Ia raib. Maka sudah sepuluh tahun ini kami tak saling jumpa. Terhitung waktu itu, saat janji suci mengikat hati kami. Baca lebih lanjut

Kisah Sang Sosok Istimewa

58love-love2

Sore ini aku berbincang dengan rekan kerja sambil jalan santai. Sang rekan bercerita tentang kisah kawannya yang digambarkan begitu istimewa. “Subhanallah teh, beliau itu baik banget. Dulu saya dan teman-teman pernah dibayarin angkot sama beliau. Subhanallah teh beliau itu masih muda tapi sudah S3 di ITB. Beliau teman se-ODOJ yang tilawahnya paling rajin dan disiplin. Pas ada acara datang suka paling awal.”

Baca lebih lanjut

Pertama Kali Makan Sate Padang

Sate Padang

Setelah mengalami demam penasaran yang bertubi-tubi, akhirnya aku dan suami bisa menikmati sensasi makan sate Padang untuk yang pertama kalinya. Tepatnya Selasa (10/2) sore selepas pulang kerja kami meluncur berkeliling mencari kedai sate Padang. Dan tibalah kami di sebuah kedai sederhana, di pinggir jalan raya Cileunyi. Setelah tanya harga, akhirnya kami sepakat makan sore di sana.

Sate Padang memang memiliki keunikan tersendiri dibanding sate-sate lainnya. Jika sate yang lain diberi topping kecap manis atau bumbu kacang, sate padang diselimuti kuah kental beraroma khas rempah-rempah—tercium dan terasa seperti bumbu gulai. Sekilas kuliner ini tampak cair seperti bubur, namun campuran ketupat menambah sensasi kenyang. Apalagi ditambah aroma bawang goreng yang ditabur di atas sate, hm… rasanya semakin menggugah! Baca lebih lanjut

Cinta kepada-Mu

Cinta Kepada-Mu

Cinta kepada-Mu adalah seuntai kata yang tak pernah resah
Meski malam bersalju menggigil,
dan dinginnya angin merajuk menguliti daging dan tulang

Cinta kepada-Mu adalah simfoni yang tak pernah letih,
letih untuk berlagu dan mengundang kemerduan

Cinta kepada-Mu niscaya membuat hati tak terbelenggu
dan terbebas dari jerat penjara dunia,
maka simpanlah cinta hanya kepada-Nya

Seperti kau simpan kedua bola matamu di kelopaknya
Seperti langit yang menyimpan hujan,
dan matahari yang menggenggam hangatnya

Tataplah cinta-Nya laksana engkau tatap pikiranmu
yang terus bergulir memeluk kehidupanmu,
tak pernah lesu

Cinta kepada-Mu adalah kesejukan
Yang bergelombang pada semesta
Tak pernah habis,
tak pernah usai

[Eika Vio – Minggu, 8 Februari 2015]

Ilustrasi: di sini

Di Mana Aku Bisa Mencari Penggantinya?

Eika Vio

Seperti biasa, bada subuh ia langsung bergegas mandi dan bersiap pergi. Kami pergi bersama. Jikalau aku terlalu sibuk di pagi hari, ia takkan diam. Disiapkannya bekal makan siang untuk kami, disiapkannya sarapanku, bahkan jika aku tak sempat sarapan karena repot, ia akan menyuapiku. Tak malu dan tak segan. Pun jika ia tengah dirundung kesibukan, aku tak risih menyuapinya. Seperti itu, kami saling membantu. Saling memudahkan.

Lantas, di mana aku bisa mencari penggantinya?

Setiap pagi, sekitar pukul 06.30 ia mengantarku pergi ke kantor. Selepas itu ia akan menungguku di Perpustakaan Provinsi sampai jam 5 sore. Lalu menjemputku pulang. Selama menungguku ia berjibaku dengan bisnis online-nya dan membaca banyak buku. Tak pernah ia mengeluh kesal melakukan hal itu setiap hari. Dari Senin hingga Jumat. Maka, lelaki itu sungguh begitu sabar.

Lantas, di mana aku bisa mencari penggantinya? Baca lebih lanjut

Fiksi Mini: Di Bawah Air Mata Langit

Pria dalam hujan

Oleh: Eika Vio

Aku masih ingat bagaimana bergetarnya punggung itu. Dari kejauhan, dari sekitar sepuluh meter, punggungnya yang kokoh berguncang begitu hebat. Seakan-akan dunia tengah runtuh di hatinya. Bagaimana bisa orang seperti ia bisa terlihat begitu lemah?

Bukankah dahulu kala aku mengenalnya sebagai pria yang paling kuat? Dulu, ia tak pernah menangis meskipun setiap hari ia dimaki oleh ibu kandungnya sendiri. Bahkan, saat kedua orangtuanya bercerai diusianya yang kedelapan, ia pun tak meneteskan bulir air mata setetespun.

Namun, entah mengapa, kali ini, ia bisa juga meneteskan air mata. Dan hujan malam itu memayungi kami—kami yang kedinginan dan hampir mati lemas. Maka, bayangan-bayangan lampau itu berkelebatan mengintai perasaan dan pikiran kami.

Ilustrasi: di sini

Untuk Jenis Manusia yang Tumbuh dalam Kesumat

Kesumat

Oleh: Eika Vio

: Hil

Siang itu tegaplah tubuh mereka

di bawah rindang beringin tua

jalan mereka teguh meski dipanggang api langit

menuju gedung rektorat

 

: Hil

Peluh-peluh mereka menitik

ada tubuh yang mengasam

rambut masai yang berdebu

jins-jins belel tengik

rambut gondrong

dan kulit gosong jarang disabun

tiga lembar kain lusuh panjang

terjaring di genggaman mereka

“Koruptor busuk!”

“Ganyang tikus kampus!”

“Gantung rektor di pohon beringin keramat!”

tertulis di sana Baca lebih lanjut

Petang di Hutan Bambu

Hutan Bambu

Kisah ini diambil berdasarkan kejadian nyata. Ya, sebenar-benarnya nyata—di mimpiku. Entah motif apa, atau jampi-jampi seperti apa aku bisa dengan mudah mengingat detail mimpi. Meskipun tak semua mimpi bisa terekam jelas selepas bangun, tapi untuk mimpi ini rasanya aneh, teringat begitu jelas. Kemampuan yang janggal. Ada beberapa kawan yang menasihatiku untuk membuat jurnal mimpi. Awalnya kupikir terlalu merepotkan. Tapi setelah dipikir-pikir, membuat jurnal mimpi ada baiknya juga. Setidaknya dengan menulis mimpiku sendiri aku bisa menambah stok ide untuk menulis—terlebih agar aku tidak lekas pikun. Baiklah, tak perlu berlama-lama, aku akan menuturkan kisah penuh kesadisan dan mencekam ini. Semoga dalam kehidupan nyata kita tak takut menghadapi petang. Baca lebih lanjut

Sekelumit Tentangmu

Pernikahan Eika Vio dan HD Gumilang

Tak terasa hampir setahun usia perkawinan kami–Kami menikah 9 Februari 2014. Dan selama itu pula banyak lika-liku kehidupan yang berjalan berdempetan. Bahkan ada air mata yang menganak sungai.  Di sepanjang perjalanan rumah tangga kami, ada sekelumit kisah yang membuatku banyak belajar tentang arti kehidupan. Ya, belajar sebenar-benarnya kehidupan. Baca lebih lanjut

Di Ujung Jalan

Di Ujung Jalan

Oleh: Eika Vio

Masih ingatkah saat dulu kita berjumpa tak sengaja di pojok jalan dekat rumah makan bebek? Saat itu kau terlihat lunglai, masam nian wajamu. Tampaknya engkau telah dikaruniai berjuta masalah yang membuatmu tak berkutik. Ditambah saat itu langit menangis tak mau diam. Habislah kecantikan wajah engkau. Luntur sudah.

“Engkau kenapa?” Kucoba tanya dirimu. Tapi engkau tak bergeming. Masih saja engkau merunduk malu di pojok jalan dekat rumah makan bebek. Saat pertama kali kita berjumpa.

“Adakah yang bisa kubantu?” Lagi, kucoba tanya lagi. Kali ini engkau sedikit menoleh padaku. Ada semburat harapan bagiku untuk membantu engkau. Aku tersenyum segaris kecil. Kuusap kepalamu pelan-pelan. Baca lebih lanjut

Sepucuk Surat Untuk Anonim

surat

Oleh: Eika Vio*

 Kamis, 21 Januari 2010

Malam ini ada berpuluh-puluh tetes air mata yang menetes bergantian. Air mata yang nampak keruh dan agak kental. Mungkin, karena sang pemiliknya sudah terlalu sering mengucurkan air mata hingga bisa menghasilkan air mata yang sangat tragis seperti ini. Atau, bisa jadi karena ia sangat cengeng dan bermental kapuk? Ah, yang pasti malam ini aku melihat ada air mata yang terjatuh di atas meja mahoni tua. Kau tahu bagaimana tetesannya? Ketika kau melihat, tetesnya memantul bak bola tenis.  Membuyar-buyar ke sekelilingnya. Juga membias tangis itu di gelas bening yang sedikit retak. Gelasku. Dan entahlah, air mata itu membuatku kalap. Rupanya, bisa juga aku menangis sejahat ini.

Aku ingat, malam ini adikku yang terakhir, Dara, ikut menangis pula. Ia menangis mengaum seperti singa lapar. Matanya yang cacat nampak menyeramkan. Ia tidak bisa menangis lagi. Karena matanya buta. Jadilah ia menangis tanpa membuka mata. Matanya selalu terkatup. Mungkin selamanya. Aku ingat pula, malam itu dua alis mata tebal menyeringai membabi buta. Menatap elang ke arahku. Ke seorang wanita cengeng yang setiap hari bersembunyi di balik semak, lalu menangis. Aku ingat, pemilik dua alis mata tebal itu menghantam kaca dengan sapu hingga pecah berkeping-keping. Kau tahu bagaimana rupanya? Ia botak dan badannya gendut. Hobinya berkacak pinggang lalu menghembus asap cerutu. Semenjak kejadian itu, aku seperti tak pernah mengenalnya, meski adikku yang kedua, Jana, memanggilnya dengan nama ayah. Tapi, aku tak pernah mengenalnya. Baca lebih lanjut

#Berpikir

Malam ini tak sengaja buka folder foto-foto lama. Dan voilaa, ada foto saat kelas 3 SMA bersama teman-teman. Entahlah, melihat foto ini rasanya waktu bergulir sangat cepat. Saking cepatnya seperti tengah menyeruput kopi, tahu-tahu kopi itu tinggal menyisakan ampasnya saja.

Semoga saja kita termasuk orang yang bisa memanfaatkan waktu hidup yang singkat ini dalam amal kebaikan. Hm, jadi merenung. Sudahkah kita lebih baik dari sebelumnya?

‪#‎Berpikir‬

 

IPA 5 SMAN 16 Bandung angkatan 2009

Lucu! Suara Binatang Dalam Berbagai Bahasa

Ilustrasi suara binatang dalam berbagai bahasa ini dibuat oleh James Chapman. Menggambarkan berbagai suara binatang dalam berbagai bahasa. Dalam ilustrasi ini kita dapat melihat bagaimana suara binatang bisa sangat berbeda antara bahasa satu dengan yang lainnya. Terkadang bahasa untuk mengungkapkan suara binatang bisa sangat berbeda, seperti misalnya dalam bahasa Indonesia anjing diungkapkan dalam suara “Guk” namun dalam bahasa Korea anjing diungkapkan dalam suara “Meong”.

Dalam blog nya di tumblr chapmangamo, kamu juga dapat melihat berbagai karya ilustrasi yang dibuat oleh Chapman. Uniknya, Chapman bukanlah mahasiswa desain grafis yang membuat ilustrasi untuk tugas-tugas kuliahnya, ia adalah mahasiswa Doktoral jurusan Fisika. Pria asal Manchester, Inggris ini membuat ilustrasi untuk mengisi waktu luangnya. Dengan gambar lucu dan warna-warna cerah, ilustrasi suara binatang dalam berbagai bahasa ini mudah dimengerti dan menarik. Baca lebih lanjut

Sastra Indonesia: Angkatan Pujangga Lama

sastra indonesia

Pujangga lama merupakan bentuk pengklasifikasian karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Pada masa ini karya satra di dominasi oleh syair, pantun, gurindam dan hikayat. Di Nusantara, budaya Melayu klasik dengan pengaruh Islam yang kuat meliputi sebagian besar negara pantai Sumatera dan Semenanjung Malaya.

Di Sumatera bagian utara muncul karya-karya penting berbahasa Melayu, terutama karya-karya keagamaan. Hamzah Fansuri adalah yang pertama di antara penulis-penulis utama angkatan Pujangga Lama. Dari istana Kesultanan Aceh pada abad XVII muncul karya-karya klasik selanjutnya, yang paling terkemuka adalah karya-karya Syamsuddin Pasai dan Abdurrauf Singkil, serta Nuruddin ar-Raniri. Baca lebih lanjut

Sastra Indonesia dan Periodisasinya

Sastra Indonesia

Sastra Indonesia

Adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara. Istilah “Indonesia” sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut.

Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu (dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya). Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu (selain Indonesia, terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei), demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapura. Baca lebih lanjut

Tetes Pertama

Tetes Pertama

Oleh: Eika Vio

 Hari ini aku tak pernah tahu, bagaimana bisa aku terlalu mencintai awan hitam yang berarak. Berarak bergerombol, memayungi desaku kini. Barangkali bisik-bisik gadis Jepang itu terlalu gaung menerobos gendang telingaku. Hingga aku mengamini dongeng, khayalan, atau apalah, tentang air mata langit dari mereka. Aku hanya bisa terpana ke angkasa raya. Menapak pada tanah lapang di mana dahulu kala, ia pergi juga di sini. Saat senja kala, sama seperti senja ini. Dan bukan tetes pertama.

 ***

 “Nadi…”

Lelaki cepak berkulit coklat gosong itu serentak menatapku. Ia susut peluh yang hendak terjun bebas dari keningnya. “Barangkali kau hendak istirahat sejenak? Tak capekkah?” kuteriaki sebentar, lantas kusodorkan secawan teh serbuk khas desa kami, Bojong Soang. “Aku belum capek Ningsih. Kaulah saja yang teguk. Kau butuh banyak minum agar tak dehidrasi saat dikejar Jepang.” Lelaki itu kembali memotong kayu kelapa, ia bilang untuk persediaan kemarau panjang, karena saat kemarau air bersih sulit didapat, sulit minum, dan akan sulit memotong kayu. Baca lebih lanjut

FLP Jatinangor, Asah Kemampuan Menulis Dengan Kegiatan Mingguan

FLP Jatinangor

Untuk mengasah keterampilan menulis, tidak harus dilakukan didalam kelas. Upaya itu bisa dilakukan di luar kelas atau di alam terbuka. Sebab, menulis itu harus dengan ide dan gagasan yang cemerlang. Sehingga dengan menulis di alam terbuka diyakini sejumlah mahasiswa akan menghasilkan ide yang cemerlang.

Seperti yang dilakukan Forum Lingkar Pena (FLP) Jatinangor. Ketua Umum FLP Jatinangor, Eka Purwitasari mengatakan kegiatan FLP Jatinangor diantaranya pekanan atau menulis dialam terbuka yang sering dilakukan pada hari Ahad di Arboretum Unpad Jatinangor. Isinya bisa berupa ceramah materi kepenulisan fiksi dan nonfiksi, diskusi, bedah buku, bedah cerpen, bedah puisi. Baca lebih lanjut

Penyebab Kakak dan Adik Sulit Akur

berantemOleh: Eika Vio

Sering orangtua merasa jengkel dan kesal saat buah hatinya bertengkar karena sesuatu hal yang sepele. Misalnya karena rebutan makanan, atau karena si Adik yang terlalu egois, ataupun si Kakak yang tak mau kalah. Bisa jadi, setiap hari suasana rumah akan menjadi panas karena buah hati yang dicintai tak ubahnya seperti “Tom and Jerry”, sulit sekali akur. Bila hal itu terjadi, ada baiknya kita selidiki beberapa penyebabnya berikut ini:
Baca lebih lanjut

Agar Pesan Sampai Ke Hati

Oleh: Asfuri Bahri, Lc


Seorang pasien penderita penyakit kanker terbaring di atas tempat tidur di sebuah rumah sakit yang entah rumah sakit ke berapa yang pernah disinggahinya. Dan kali ini pun hasil yang didapat tidak jauh berbeda dengan perawatan sebelumnya. Bahkan dokter yang menanganinya sempat menghampirinya. Sambil mengangkat kedua tangannya ia berkata kepada si pasien, bahwa seluruh upaya medis telah ditempuh. Karena kondisi penyakit yang sangat kritis, agaknya harapan untuk sembuh sangat tipis.

Baca lebih lanjut

PANDUAN AMALIAH RAMADHAN

I. MASYRU’IYAT & MATLAMAT
“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa” (QS. Al-Baqarah:183 ).

“Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dengan yang bathil), karena itu barangsiapa di antaramu menyaksikan (masuknya bulan ini) maka hendaklah ia puasa… ” (Al-Baqarah:185). Baca lebih lanjut

Senyum untuk Khansa

Malam itu, Faris tidak bisa tidur. Ia menunggu telpon dari Papanya dari Jakarta. Sambil menunggu, Faris membaca buku sekolahnya dengan cemilan di hadapannya. Tiba-tiba… Kring…Kring…kring… suara telpon rumah mendadak membuat Faris kaget, ia dengan cepat mengangkat gagang telpon yang tak jauh dari tempatnya membaca.

“Assalamu’alaikum,” sapa Faris.

“Wa’alaikum salam,” balas Papa Faris. Bibir Faris sudah terasa gatal, ingin secepatnya ia berkata pada Papanya untuk dibelikan mobil-mobilan baru hingga buku ensiklopedia hewan dan tumbuhan kesenangannya. Namun, sebelum Faris mengutarakan keinginannya, Arifin Papanya itu segera berkata dengan nada yang cukup serius. “Faris, Papa hari ini mau bawa pulang Khansa dari rumah sakit,” ucap Papanya. Faris tiba-tiba terhenyak, “Khansa itu siapa Pa?”

Baca lebih lanjut

M-A-S-A-K-O

“Mak…. Aku malu. Kenapa namaku ‘Masako’? Kayak bumbu masak aja? Masa orang desa namanya Masako? Kenapa Mak?” Tanyaku sore itu dengan sedikit merengek.

Emakku menatapku dengan wajah dingin. Tatapan beku dan tak ada secuilpun kalimat mengalir untuk menjawab pertanyaanku.

“Emak… Aku cuman pengen tahu, kenapa namaku Masako?” Aku bertanya lagi dan emakku tetap seperti biasanya, hanya diam. Dia sibuk dengan adonan untuk membuat bakso. Aku masih ingin terus bertanya, tapi emak masih saja menguleni adonan yang akan dibentuk menjadi bulatan bulatan bakso. Baginya lebih penting bakso itu dari pada pertanyaanku. Memang, dengan membuka warung bakso di depan rumah inilah, emakku bisa membiayai hidupku.

Baca lebih lanjut

Puisi sang pencinta…(Ketika akhwat jatuh cinta)

(Wah..wah…cinta memang tak pernah pandang bulu. Baik orang miskin, orang kaya, baik itu akhwat hingga ikhwan atau orang begajulan hingga orang baik-baik…eh, yang namanya cinta…pasti aja datang. Ya, seperti kisah cinta seorang akhwat yang diam-diam menyimpan rasa cintanya itu hanya dalam hati. Karena takut pada Rabb-Nya lah, ia hanya mampu memendam. So…sweet ya. Nah, dibawah ini adalah sebuah puisi cinta dari nya. Iseng-iseng aku publish di blog-ku. Mudah-mudahan menginspirasi ya. Mudah-mudahan…ntar cinta kita terlabuh karena Allah SWT…)

Baca lebih lanjut

Ketika Kata Menjadi Mata

Menjadi penulis adalah sebuah mimpi sekaligus cita-cita. Bukan karena ingin menjadi terkenal. Namun, ingin menorehkan simfoni kebaikan di antara liukan kata yang tergores. Menjadi penulis adalah keniscayaan setiap manusia yang gemar berbagi makna kehidupan. Bahkan, menjadi penulis telah terpatri dari bangku TK hingga kini. Penulis adalah seorang senjata yang mampu membom dunia. Tak hanya daerah kecil seperti Hiroshima dan Nagasaki. Namun, Penulis mampu membom seluruh jagat raya. Bahkan, bisa menghantarkan para indahnya syurga yang abadi.

Baca lebih lanjut

Mencintai Allah

“Katakan (wahai Muhammad) apabila bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluarga besarmu, harta yang kamu cari, perdagangan yang kamu khawatir kebangkrutannya dan rumah tinggal yang disenanginya, lebih kamu cintai daripada Allah, Rasul-Nya dan berjuang di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” (QS. At-Taubah:24)

Baca lebih lanjut

Sebuah Bintang Cinta

Diantara jutaan kerlip bintang yang menghiasi getar hati setiap insan, sepasang bola mataku berusaha menatap satu bintang yang begitu gemerlap. Dengan segala pesonanya, kemewahannya, kelembutannya dan cahayanya, bintang itu berusaha kuhadirkan di hati. Kubayangkan bintang itu memeluk tubuhku dan membawaku pada sebuah bukit pengharapan. Pengharapan akan sebuah cinta yang murni.

Di langit yang kelam, hitam dan gulita, lautan bintang hadir di hidupku. Memberikan juntai warna-warni napas yang beraroma beda. Aroma kefanaan, fatamorgana, kepiluan, ketidakberdayaan, kesedihan, rasa kecewa, putus asa dan aroma pengharapan yang terselimuti dusta. Betapa banyak bintang yang berlabuh dihatiku. Memberi goresan dan bumbu-bumbu kehidupan. Keresahan, bahagia, kemelut dilema juga derai air mata seakan membalut keping-keping jiwaku. Dan, diantara banyak bintang yang mewarnai bumbu hatiku, ada sebuah bintang yang paling menyenangkan. Sehingga, kuberi nama bintang itu… CINTA. <img class="size-full wp-image-235 aligncenter" title="bintang" Baca lebih lanjut

Israel Gunakan Facebook Sebagai Alat Mata-Mata Dunia

Inilah perkembangan laporan tentang Facebook. Situs jejaring sosial itu, jelas-jelas disinyalir sebagai alat Israel untuk memata-matai orang-orang Islam dan mendapatkan informasi yang berharga mengenainya. Seperti kita ketahui, di Facebook, para penggunanya bisa memperbaharui status mereka atau posting foto keluarga.

Menurut Indonésie Magazine yang berbasis di Prancis, intelijen Israel fokus pada pengguna Facebook, terutama kepada Arab dan Muslim. Israel menggunakan informasi yang diperoleh melalui halaman Facebook mereka itu untuk menganalisis aktivitas mereka dan memahami bagaimana mereka berpikir. Duta besar Israel di Paris menuduh majalah ini dengan “mengungkapkan rahasia bagi musuh.” Baca lebih lanjut