Puisi sang pencinta…(Ketika akhwat jatuh cinta)

(Wah..wah…cinta memang tak pernah pandang bulu. Baik orang miskin, orang kaya, baik itu akhwat hingga ikhwan atau orang begajulan hingga orang baik-baik…eh, yang namanya cinta…pasti aja datang. Ya, seperti kisah cinta seorang akhwat yang diam-diam menyimpan rasa cintanya itu hanya dalam hati. Karena takut pada Rabb-Nya lah, ia hanya mampu memendam. So…sweet ya. Nah, dibawah ini adalah sebuah puisi cinta dari nya. Iseng-iseng aku publish di blog-ku. Mudah-mudahan menginspirasi ya. Mudah-mudahan…ntar cinta kita terlabuh karena Allah SWT…)

Aku jatuh cinta padamu.

Sebuah cinta yang hangat diantara dinginnya batinku.

Aku berharap… bisa melupakanmu barang satu detik saja…

Namun, wajahnmu selalu saja merasuk dan bersemayam di pikiranku.

Duhai al-akh… aku tiba-tiba selalu merindukanmu..

Hingga… Kau hadir dalam selimut mimpiku.

Aku…akui… aku sungguh berbeda.

Sebuah rasa yang beda.

Yang baru kujumpai.

Dan rasa itu berlabuh padamu.

Entah mengapa… harus padamu.

Aku jatuh cinta padamu…

Sebuah cinta yang merdu ditengah sumbangnya hatiku.

Diantara hempasan angin, aku berharap akan dirimu… pertemuan denganmu…juga kasihmu.

Duhai al-akh… aku akui… aku… begitu menyayangimu…

Sebuah rasa sayang yang besar hingga tak mampu kuukir dalam untaian kata.

Ada sebuah perasaan yang kini bernyanyi riang di jiwaku.

Bersenandung… tertawa dan tersenyum dengan indah.

Dan… tahukah duhai al-akh… Kaulah yang mengisi hatiku.

Menguasai jiwaku dan merenggut sukmaku.

Aku jatuh cinta padamu… Sebuah cinta yang berbeda…

Ditengah sepinya air mataku.

Kau hadir bagaikan bunga indah yang mewangi dalam mimpi.

Membantuku… dan mewarnai sanubariku.

Duhai al-akh… Aku entah mengapa… merindukanmu.

Sangat merindukanmu… Jika kau halal bagiku, ingin sekali kumuliakan dirimu dalam cintaku.

Jika kau berhak untukku, ingin kubawa kau terbang bersama hempasan angin kasihku.

Namun… Duhai al-akh… Aku tak bisa berbuat banyak untuk cinta ini…

Aku malu..

Aku takut… Pada Rabbku… Pada Rabbmu… 

Mungkin, hanya takdirlah yang akan mempersatukan kita.

Dan, entah kapan… Takdir akan mempertautkan kita dalam ikatan yang halal.

Atau… Takdir tak akan pernah menyatukan kita? Aku tak pernah mengetahuinya…

Bahkan, aku pun tak pernah mengetahui isi hatimu.

Aku ingin… Kaulah yang menjadi cintaku. Dan, sejujurnya… Engkaulah cinta pertamaku.

Duhai al-akh… Aku jatuh cinta padamu.

Sebuah cinta yang menyejukkan diantara gersangnya gurun pikirku.

Buah kebaikanmu hadir dan bertemaram dalam liukan hariku.

Aku…benar-benar mencintaimu.

Sebuah cinta… yang entah mengapa begitu istimewa… Aku selalu berharap… Kau adalah takdirku.

Aku… Kini… Tak bisa berbuat banyak…

Namun, hanya satu hal yang harus kau ketahui…duhai al-akh… Bahwa…

“Aku mencintaimu.”

(Ahad, 7 Februari 2010…pukul 2:22 AM… “Ketika bayangnya jatuh dalam hayalku”

21 thoughts on “Puisi sang pencinta…(Ketika akhwat jatuh cinta)

  1. SuDaH SeRiNG KuCeRiTaKaN TeNTaNG SeBuaH KiSaH
    TeNTaNG BaGaiMaNa KuJaLaNi HiDuP SeBaGai SaNG PeNCiNTa
    MeNuNGGu HaRi TeRiNDaH SaaT BeRSaMaMu
    DaN MeNJaDiKaNMu RaTu DiKeRaJaaN iSTaNa KeHiDuPaNKu
    LaLu MuNGKiN KaMu aKaN BeRKaTa
    CiNTai DaN HiDuPLaH BeRSaMaKu SeLaMaNYa SaNG RaJa KeHiDuPaNKu
    DaN HaTi SeRTa JiWa aKu TaK aKaN PeRNaH MeNGeMBaRa LaGi

    SuDaH LaMa SeKaLi aKu MeNJaDi SaNG PeNCiNTa
    KuPeRJuaNGKaN SeSuaTu YaNG MeMaNG PaTuT KuPeRJuaNGKaN
    DeMi SeSuaTu YaNG MeMaNG PaTuT KuPeRJuaNGKaN
    KuCaRi SeSuaTu YaNG MeMaNG PaTuT KuCaRi
    DeMi SeSuaTu YaNG MeMaNG PaTuT KuCaRi
    KuTuNGGu SeSuaTu YaNG MeMaNG PaTuT KuTuNGGu
    DeMi SeSuaTu YaNG MeMaNG PaTuT KuTuNGGu
    LiHaTLaH BaGaiMaNa DeNGaN SaBaR Ku MeMPeRJuaNGKaN,MeNCaRi DaN MeNuNGGu
    BeTaPa Ku TeRuS MeNDaMBa DaN BeRHaRaP
    DaLaM TiaP LaNGKaH
    DaLaM TiaP DeSaH
    DaLaM TiaP HaRaP
    DaLaM TiaP aKSaRa
    DaLaM TiaP Doa

    Di HaRi HaRi YaNG LaLu
    aKu MeNGeMBaRa TaNPaMu
    NaMuN SaaT iTu KuKiRa MaTaKu
    MeLiHaTMu aDa DiSiSiKu
    MeSKi KeNYaTaaN MeMBiNGuNGKaN
    KeNYaTaaNLaH YaNG MeNuNJuKKaN Kau TaK DiSiNi

    NaMuN aKu MeRaSa SeMaKiN Tua
    eNGKau YaNG KuiMPiKaN
    MaSiH TaK KuTeMuKaN
    SePeRTiNYa TuHaN MaSiH MeNuNGGu WaKTu YaNG TePaT
    MeMPeRTeMuKaNMu DeNGaNKu
    MeNeMPaTKaNMu DaLaM KeHiDuPaNKu
    MuNGKiN aKu aKaN SeLaMaNYa MeNJaDi SaNG PeNCiNTa

  2. cinta tu emang wajar dirasakan, puisi anti bagus, tapi hati-hati ukh kalo puisinya ihwan yang baca, bisa-bisa akan ada hati yang terkotori

  3. ukhti… cinta itu memang wajar dimiliki oleh setiap manusia.. tapi, qita harus pandai mengelolanya,,, puisi anti bagus,, tapi kalau menurut ana, hat-hati kalau dibaca ikhwan puisinya ukh, bisa-bisa akan ada hati yang terkotori…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s