Jika Dilema…..?????

Dilema kerap muncul. Bahkan mungkin hadir setiap hari. Ketika kita bangun tidur, bisa saja dilema itu datang menerpa dalam wujud tumpukan tugas-tugas yang banyak. Dan, jika kita hendak tidur, bisa juga dilema hadir sebagai penyakit yang kerap dinamakan “Insomnia”. Dan, dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas mengenai insomnia beserta gejala dan cara pengobatannya. Namun, akan sedikit membahas tentang dilema yang muncul dikalangan aktivis dakwah. Dan, tentunya, setiap muslim diseluruh dunia ini memiliki fitrah dan tugas yang sama, ya.. menjadi aktivis dakwah, baik disadari ataupun tidak.

Dalam kalangan aktivis dakwah, baik yang bergelut di dakwah sekolah atau kerap disapa ADS hingga di dakwah kampus atau ADK serta di dakwah wilayah, sering sekali terjadi gesekan-gesekan yang kerap menimbulkan dilema, baik secara internal sesama aktivis dakwah, dengan lingkungan atau eksternal hingga konflik pribadi yang sering menumbuhkan bibit dilema dalam setiap napas dakwah.

Misalnya, ketika mengadakan acara dalam suatu organisasi atau LSM hingga yayasan keislaman. Jika tidak dirawat baik-baik sikap husnudzan, tawazun, dan tabayyun, maka akan timbullah clash/perpecahan antara sesama aktivis dakwah.

Saya pun pernah mengalami “dilema” itu, dan sempat membuat “patah hati” dan serasa berada di BSH alias Barisan Sakit Hati. Namun, air mata yang menetes, harus segera dihapus karena inilah tanda-tanda indahnya jalan dakwah. Tentunya, dakwah tidak akan “menarik” jika tak ada air mata didalamnya. Dan, pasti ujian kesabaran itu akan menyertai para aktivis dakwah, dimanapun ia berada.

Dilema para aktivis dakwah adalah sesuatu yang fitrah dan bisa kapan saja terjadi. Seperti perbedaan sistem kerja dalam sebuah organisasi, pemberian amanah yang tidak sesuai dan mengakibatkan kurang profesionalitas amal serta sikap merendahkan aktivis dakwah lain karena kredibilitas. Dan, jika dilema itu hadir… sebagai aktivis dakwah yang telah terbina secara ruhani dan fikriyah, haruslah ber-tabayyun dengan sikap lemah lembut dan tidak emosi. Karena Rasulullah pun menegur sahabat-sahabatnya dengan cara yang bijak, yang tidak menyinggung perasaan para sahabatnya. Bahkan, teguran Rasulullah akan menumbuhkan ukhuwah yang lebih dahsyat dari sebelumnya.

Maka, jadilah kita ber-tabayyun jika dilema itu hadir. Perlakukanlah saudara semuslim dengan ramah dan santun dan tidak dengan nada menggurui. Lalu, berilah sentuhan hangat cinta ukhuwah Islamiyah di dalamnya. Tentunya, dengan prilaku para aktivis dakwah tersebut bisa meredam dilema dengan baik.

Dan, jika dilema itu hadir, bisa menjadi sarana ampuh untuk bermuhasabah, seberapa intensifkah kita mendekat kepada Allah Swt. Hadirnya dilema menjadi tanda, bahwa Allah Swt rindu terhadap sujud dan do’a-do’a penuh keikhlasan kita. Wa’llohu ‘alam bishawab…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s