Wawancara Annida ke Tetsuko Eika..^__^

Sejak kapan senang menulis?

** Alhamdulillah mulai suka menulis dari SD kelas 4. Mulanya, dari nulis diary yang tulisannya masih  kayak ceker ayam. Hihihi….(kalau sekarang dibaca lucu juga). Terus, seneng juga nulis puisi dan cerpen-cerpen kecil yang masih dipadukan dengan cerita dongeng dan komik-komik sederhana..^_^

selain menulis, apa ada minat di bidang lainnya?

*** Wah, pasti ada. ^_^…  dari jaman muda (hehehe), ngebet banget jadi peneliti di laboratorium (kesannya jenius gimana gitu..hehehe). Selain itu, minat juga di dunia musik klasik (khususnya biola, pendidikan bahasa (khususnya bahasa Jepang) dan komunikasi.

apa alasan menulis?

*** Awalnya hanya menyalurkan hobi. Tapi, kesini-kesini… kalau cuman menyalurkan hobi, sayang juga ya kalau nggak disisipi nilai-nilai dakwahnya. Akhirnya…Insya Allah (mohon do’anya agar selalu istiqomah), alasannya untuk syiar Islam dan menebar kebaikan… supaya cahaya Islam berkibar dimana-mana…^_^ amiin

Apakah keluarga khususnya ortu mendukung kegiatan menulis ? Apa bukti konkret dukungan keluarga?

*** Keluarga Alhamdulillah mendukung banget (khususnya Mamah dan Aa/Kakak). Dukungan konkret mereka yang subhanallah itu adalah motivasi yang ruarr biasa. Bahkan, sampe rela ngasih ide cerita buat di buat tulisan. Atau nganter kemana-mana buat keperluan nulis-nulis…

Apa kesannya setelah mengetahui cerpennya menjadi judul Lead antologi annida online?

*** Pastinya seneng banget, Alhamdulillah. ^^. Sekaligus jadi bahan renungan dan motivasi diri…supaya terus memperbaiki tulisan, tambah baca, belajar dan eksis berkarya hingga mati. Amiin.

Sebelumnya cerpen  Anda  juga pernah dimuat di annida cetak (biar ku kayuh untukmu) kan?

nah, apa kesan pertama karyanya dipublish di media?

*** Kesan pertamanya….subhanallah….dan kaget juga.. (lha..kok bisa ya dimuat?). Tapi, jadi merenung juga… dan berpikir kalau ini adalah sebuah pertanda. Tanda dari Allah… untuk segera terjun di dunia dakwah lewat tulisan. Serta tambah yakin, bahwa saya gak boleh “kabur” dari dunia tinta.

apa pendapat Anda mengenai minat baca-tulis remaja kita saat ini?

*** Minat baca dan tulis remaja masih mengkhawatirkan dan harus ditingkatkan tentunya. Soalnya, kalau tidak ditingkatkan dan dibudidayakan, khawatir kedepannya akan punah para generasi yang suka baca dan nulis. Sayangnya pula, kebanyakan para remaja acuh dan cuek terhadap buku bacaannya sendiri. Banyak para remaja Indonesia saat ini membaca buku yang “kosong” dari nilai-nilai kebaikan hingga keislaman. Bahkan, sukanya yang porno-porno dan malah suka baca buku yang jelas-jelas mampu merusak akal dengan buku-buku liberal hingga atheisme. Naudzubillah!!

apa saran Anda kepada media/ pemerintah agar meningkatkan minat baca remaja?

*** media dan pemerintah harus gencar membuka lahan bagi para remaja untuk membaca. Tidak hanya buat program atau lomba-lomba semata, tapi…harus ada follow up-nya juga, baik follow-up-nya masuk ke dalam kurikulum pendidikan hingga ke eksul-eksul sekolah / kampus. Media dan pemerintah pun harus lincah juga mengadakan penyuluhan hingga memberikan kemudahan bagi para remaja untuk bisa baca. (misalnya: memperbanyak perpustakaan umum yang bisa diakses warga desa hingga kota dengan mudah, trus memberdayakan internet dengan maksimal dan efektif sebagai lahan empuk untuk membaca setiap kalangan dan tentunya dengan pengawasan aksesnya). Dan, yang terakhir… semua ini tak lepas dari pengaruh kehidupan keluarga dan lingkungan. Kalau lingkungan dan keluarganya suka baca, ya pastinya kebawa suka baca juga.  Tapi, kalau lingkungan dan keluarganya tukang tidur, pasti ikut juga deh hobi tidur. Hehehe…. So, mari kita ramaikan lingkungan dan keluarga kita dengan hobi baca.



 

(Juni 2010)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s