yang Muda itu yang Berprestasi…(sebuah celoteh makna)

Mata Andi masih tertuju pada netbook dihadapannya. Terkadang, ia tersenyum kecil sambil bersenda gurau ketika menjawab pertanyaan. Ia tampak sangat asyik dengan pekerjaannya di dunia IT meski malam sudah menjemput. “Namanya Planetaria Café Internet Acces and Multiple Bussines, tapi bisa disebut Planetaria Café,” ucapnya pertama-tama. Pria kelahiran delapan puluh enam itu menuturkan kisah keberhasilan bisnisnya di dunia jasa internet alias warnet dengan nada santai.

Andi Lasa adalah salah satu generasi bangsa yang sudah mulai berbisnis diusia muda. Berbisnis jasa internet pada masyarakat sudah dimulainya dari Januari 2008. Planetaria Café tak hanya memberikan jasa internet semata, tapi menyuguhkan produk-produk bisnis lainnya yang kreatif dan unik dari warnet-warnet kebanyakan. “Di Planetaria Café, disediakan juga layanan hotspot, café jus dan makanan sehat bernutrisi bahkan pulsa Planet,” ujar Andi Lasa disela-sela kesibukannya mendesain di netbook-nya. “Tak hanya layanan-layanan tersebut, dalam bisnis ini pun dijual juga produk olahan sampah dari koran, seperti pigura foto, tempat tisu hingga miniatur motor vespa,” sambung Andi dengan senyumnya yang khas.

Warnet unik dan multi bisnis ini berlokasikan di jalan Teratai Raya nomor 37 perumahan Bumi Rancaekek Kencana kabupaten Bandung. Andi yang gemar berkecimpung di dunia IT itu memulai bisnisnya dengan kerja keras. Bersama ketiga temannya, Khrisna Eka Kurnia, M. Lutfi Sonjaya dan Taufan Mulyana, ia mulai risntis bisnisnya setahap demi setahap. “ Investor bisnis ini dari saudara seorang teman yang awalnya ingin menginvestasikan di bidang perbengkelan. Namun, karena ada sumber daya yang lihai di dunia perkomputeran, akhirnya dirintis juga usaha warnet multi bisnis ini,” ujar Andi Lasa.

Pria lulusan Universitas Komputer Indonesia itu memilih membuka usaha dibidang internet karena ingin belajar berwirausaha sekaligus mendalami ilmu yang didapat sewaktu kuliah. “Karena jurusan saya teknik komputer,” terang Andi yang masih nyaman duduk berlama-lama di depan layar monitor.

Planetaria Café yang memiliki dua pegawai yang bekerja shift selama delapan jam ini memiliki pengunjung yang tak sedikit. Pengunjung beramai-ramai mendatangi tempat usaha Andi dan kawan-kawannya itu. Dan, yang unik lainnya di warnet multi bisnis ini adalah satu-satunya jasa internet di kabupaten Bandung yang go to open source dari Menkominfo Indonesia. Tentunya, tak hanya keunikan itu saja yang diimiliki warnet dengan belasan perangkat komputer itu. “Kami lebih mengedepankan kekeluargaan disini,” ujar pria yang senang menggunakan kemeja itu menimpali.

Andi mengaku banyak sekali hambatan yang didapat selama menjalani bisnisnya yang lebih dari dua tahun itu. Dan yang lebih menonjol permasalahannya adalah persaingan bisnis, karena berjamurnya jasa-jasa internet serupa di masyarakat. Akhirnya, pria berdarah sunda itu memperbanyak varietas di bidang jasa dan produk. Dan, tentunya hal itulah yang membuat unik warnet yang digarap orang-orang muda lajang itu.

“Saya dan teman-teman masih memberikan harga yang bersaing disini, masih dua ribu lima ratus untuk setiap jamnya,” ujar pria berkaca mata minus satu tiga perempat itu. Planetaria Café pun memiliki member card yang memberikan diskon khusus bagi pelanggan dan tentunya fasilitas yang lebih. “Alhamdulillah, kami memiliki member pelanggan yang solid,” tukas Andi lagi.

Andi yang memiliki tugas exploring, programming dan networking di Planetaria Café kerap datang hampir setiap hari untuk mengecek akses internet atau memperbaiki layanan lainnya. Ia pun sering memanfaatkan waktunya sekitar dua sampai sepuluh jam disana untuk pendalaman ilmu yang digelutinya sekaligus belajar banyak hal tentang dunia IT.

Ketika malam kian larut dan jam dinding terdengar menjelas oleh gulitanya malam, semangat Andi menuturkan kisah berbisnisnya tak kunjung menggelap. Lajang yang fresh graduate itu kembali menuturkan dirinya dan bisnisnya dengan renyah dan menyenangkan. “Di Planetaria Café pun tidak diperkenankan semuanya untuk merokok, itu peraturannya,” ucap Andi. Tak hanya banyaknya layanan jasa dan produk yang bagus dan unik, di Planetaria Café pun kelak direncanakan untuk membuat RTRW net atau hotspot jarak jauh dengan keamanan password yang prima. “RTRW net itu kami rencanakan hingga jaraknya sekitar radius dua puluh kilo meter,” terang Andi Lasa.

Andi yang bercita-cita menjadi peneliti IT itu memiliki aktivitas lain selain berbisnis. Ia kerap dijumpai tengah melakukan penelitian di bidang microcontroller, elektronik dan telekomunikasi. Bahkan, ia aktif pula di berbagai organisasi masyarakat dan pembinaan Islam kepemudaan. Pria kelahiran September tanggal dua puluh dua itupun mengaku bisnis adalah lahan subur yang dicita-citakannya. Ia pun memiliki semangat keras dan rencana matang kedepannya untuk terus mengembangkan bisnisnya. “Sebenarnya, pemuda Indonesia itu berprestasi. Banyak orang yang pintar di Indonesia. Tapi, sangat sedikit orang yang cerdas dan menggunakan kepintarannya itu. Di Indonesia ini banyak sekali yang ingin mendapat kerja tapi sangat sedikit yang bercita-cita membuka lapangan pekerjaan. Tentunya, semangat pemuda Indonesia itu haruslah kreatif, cerdas dan berjiwa wirausaha untuk membantu Indonesia dari masalah pengangguran,” pungkas Andi sambil tersenyum dan dengan sigapnya ia menyelesaikan pekerjaannya dengan penuh semangat.

(Ditulis oleh: Tetsuko Eika dalam feature profilnya)

3 thoughts on “yang Muda itu yang Berprestasi…(sebuah celoteh makna)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s