Kemegahan Abadi Tangkuban Perahu

Hawa dingin mulai menyapa kulit ketika tubuh telah memasuki kawasan wisata. Semilir aroma belerang  masuk ke hidung dengan cukup menyengat. Ditempat parkir, terpampang nama Tangkuban Perahu dengan jelas. Kini, di ketinggian 2.804 meter kaki berpijak.

***

Tangkuban Perahu

Bagi masyarakat Bandung, Jawa Barat dan sekitarnya, obyek wisata Tangkuban Perahu adalah andalan serta kebanggaan. Tempat wisata ini terletak di kawasan yang sejuk dengan berbagai pohon rindang yang tinggi menjulang. Di Bandung utaralah lokasi Tangkuban Perahu berada. Tepatnya, di Lembang yang kurang lebih 30 km sebelah utara kota Bandung. Sebelum ke lokasi wisata yang terdapat berbagai kawah yang menarik dan menawan ini, deretan pohon yang tinggi dan kebun teh akan menyapa disepanjang  perjalanan. Hal itu karena Tangkuban Parahu berada di kawasan hutan yang memang masih asri serta indah. Cukup banyak pedagang yang menjual ayunan anyaman di sepanjang jalan menuju lokasi. Dan, tak sedikit pula yang menjual jagung bakar.

Menuju Tangkuban Perahu terdapat dua pintu masuk. Pintu masuk yang pertama biasanya diperuntukkan bagi yang hendak hiking karena jalan cukup terjal dan sulit dilalui. Biasanya, jika cuaca sedang buruk atau tengah hujan, jalan pertama ini akan ditutup oleh pengelola. Sementara, agak keatas dari jalan raya utama menuju Tangkuban Perahu, terdapat pintu masuk kedua yang mudah dilalui oleh kendaraan. Pengunjung akan dipungut beberapa tarif masuk lokasi. Tarif itu berupa jasa wisata pengunjung nusantara sebesar Rp. 11.000,- lalu karcis masuk pengunjung sebesar Rp. 2.000,- dan bagi yang membawa kendaraan roda dua, ada biaya tambahan berupa jasa wisata kendaraan roda dua sebesar Rp. 4.000,- serta karcis masuk lokasi wisata seharga Rp. 1.000,- Jika melalui pintu masuk kedua, haruslah melewati terlebih dahulu jalan setapak yang berkelok-kelok. Disana, mata akan dimanjakkan dengan deretan pohon pinus yang nampak segar. Terdapat tempat parkir khusus wisatawan yang menggunakan bus sebelum ke lokasi. Biasanya, pengelola akan menyediakan kendaraan yang diperuntukkan untuk wisatawan yang memarkir busnya di tempat parkir ini. Namun, jika ingin berjalan kaki, jarak menuju pusat wisata tidaklah jauh. Sangat cocok dengan orang-orang yang senang berjalan kaki ataupun hiking.

Tangkuban Perahu merupakan obyek wisata yang dikelola oleh Perum Perhutanan. Gunung Tangkuban Perahu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau

Kawah Ratu Tangkuban Perahu

hutan gunung. Jika siang hari, tempat wisata yang asri, sejuk dan berpanorama memukau ini, memiliki suhu rata-rata 170C. Sementara dimalam hari suhu akan turun dengan signifikan hingga 20C. Tangkuban Perahu memiliki bentuk gunung stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Gunung aktif yang pernah meletus di tahun 1910 ini, memiliki batuan-batuan yang dikeluarkan berupa lava, mineral, sulfur bahkan hingga uap belerang. Oleh karena itulah, ketika memasuki lokasi wisata, akan tercium aroma yang menyengat. Bagi wisatawan yang tidak suka dengan bau tersebut, bisa di antisipasi dengan menggunakan masker.

Keberadaan gunung Tangkuban Perahu yang masih aktif senantiasa diawasi oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Tanda-tanda keaktifan gunung ini adalah terciptanya sumber-sumber air panas di kaki gunungnya seperti kawasan Ciater di Subang. Hadirnya gunung Tangkuban Perahu menguatkan teori keberadaan telaga besar yang kini telah menjadi kawasan Bandung. Bahkan, para ahli geologi meyakini bahwa kawasan dataran tinggi Bandung dengan ketinggian lebih dari 709 m diatas permukaan laut merupakan sisa dari letusan gunung api purba yang dikenal sebagai gunung Sunda dan gunung Tangkuban Perahu itulah yang menjadi sisa gunung purba yang masih aktif hingga kini.

Di kawasan Tangkuban Perahu, fasilitas disediakan pengelola dengan cukup baik. Tempat parkir yang luas, mushalla, toilet hingga tempat berbelanja pun disediakan. Terdapat pula fasilitas outbound yang menjadi pilihan banyak keluarga. Tentu, fasilitas-fasilitas itu memudahkan wisatawan yang hadir. Setiap harinya, ribuan pengunjung akan hadir untuk menikmati ciptaan Tuhan yang indah berupa kawah-kawah yang masih aktif ini. Dari banyaknya pengunjung tersebut, tak sedikit yang berasal dari negara lain, seperti Jepang dan Cina.

 

Memiliki kawah yang indah

Tangkuban Perahu memiliki kawah-kawah yang mempesona. Disana, terdapat 9 kawah yang masih aktif hingga sekarang. Kawah-kawah tersebut yaitu kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman dan Pangguyungan Badak. Akibat banyaknya letusan sekitar 1,5 abad yang lalu, akhirnya  menyebabkan banyaknya kawah yang terbentuk. Dan bagi pengunjung, kawah Ratu adalah yang terbaik. Selain karena kawahnya yang terbesar dari kawah-kawah yang lain, kawah Ratu pun memiliki keindahan yang sungguh luar biasa. Tak sedikit pengunjung yang berfoto di depan kawah ini untuk mengabadikan momen-momen indahnya. Dengan berjalan kaki sekitar 1,5 kilometer dari kawah Ratu, para wisatawan pun akan disuguhkan dengan eksotisnya kawah Upas. Kawah tersebut pun menjadi primadona di Tangkuban Perahu. Karena jalan menuju kawah tersebut cukup terjal dan licin, pengunjung harus berhati-hati. Disepanjang perjalanan menuju kawah Upas, terdapat kios-kios pedagang yang bisa dijadikan tempat beristirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan. Di sekitar kawah Upas pun terdapat goa dan air keramat Cikahuripan. Para pengunjung banyak yang percaya terhadap air keramat itu, sehingga tak sedikit yang berkunjung dengan membawa galon air. Di Tangkuban Perahu, tak semua kawah bisa dituruni dan dilihat dalam posisi yang dekat. Ada kawah yang mengeluarkan uap racun dan berbahaya. Sehingga, pengelola akan memasang pagar kayu disekitar kawah.

Kawah terbesar di Tangkuban Perahu adalah kawah Ratu. Ketika sudah sampai di lokasi wisata, kawah yang sangat mudah dijangkau oleh pengunjung adalah kawah yang terbesar di Tangkuban Perahu ini. Kawah Ratu terlihat cukup dalam. Warna kawah kadang berwarna biru setengah hijau hingga kelabu. Di daerah kawah tersebut tanahnya berwarna putih, kering dan gersang. Banyak pula ditemui batu-batu sulfur yang mengeras dan berwarna kuning. Selain kawah Ratu, adapula yang dinamakan kawah Upas. Kawah Upas lebih dangkal dan datar. Ukurannya pun tak sebesar kawah Ratu. Lokasi kawah itu tepat disebelah kawah Ratu. Menuju lokasi tersebut, haruslah melewati medan perjalanan yang cukup terjal. Sementara, kawah lain yang terkenal di Tangkuban Perahu adalah kawah Domas. Kawah Domas terletak sekitar 2 km dari kawah Ratu. Sebenarnya, kawah Domas berada dibawah kawah Ratu. Diperjalanan menuju kawah Ratu, ada kawah Domas yang bisa dikunjungi terlebih dahulu, atau bisa juga dengan menggunakan jalur khusus dari pengelola yang disediakan dari daerah kawah Ratu. Di kawah Domas pengunjung bisa mendekati kawah secara langsung. Bahkan, ada sumber air panas di kawah Domas. Banyak pengunjung yang berfoto, bermain di sumber air panas hingga merebus telur didalam kawah. Semua kawah di Tangkuban Perahu memiliki keindahan yang sungguh luar biasa.

 

Eksotisme Pohon Manarasa dan Pemandangan Pegunungan

Di sepanjang kawasan Tangkuban Perahu banyak ditemui pohon yang dikenal masyarakat sekitar sebagai pohon Manarasa. Warna daun pohon Manarasa akan berwarna merah jika menua. Masyarakat sekitar terbiasa memakan daun Manarasa sebagai obat diare. Ukuran pohon Manarasa relatif pendek dan memiliki warna coklat kehitaman. Rindangnya pohon Manarasa dijadikan pengelola sebagai tempat beristirahat pengunjung untuk makan secara lesehan. Tumbuh lebatnya pohon Manarasa di Tangkuban Perahu memberikan sensasi kemegahan yang indah dan eksotis di obyek wisata tersebut.

Tangkuban Perahupun memiliki keindahan alam yang lain. Selain kawah-kawah yang mewah, ada pemandangan pegunungan di atas gunung Tangkuban Perahu yang sungguh memiliki keindahan yang tidak boleh dilewatkan. Ketika sore, memang kerap turun hujan dan berkabut di kawasan Tangkuban Perahu. Namun, setelah hujan berhenti, pengunjung akan disuguhkan fenomana keindahan pegunungan yang memukau. Sungguh luar biasa kemegahan Tangkuban Perahu itu.

***

(Ditulis di Rancaekek, ketika riak-riak siang menyapa dengan mesra)

Tetsuko Eika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s