Pengobatan Suwuk yang Islami

Para Santri Sedang Membuat Air Do'a

Pengertian Suwuk

Suwuk adalah suatu cara penyebuhan alternatif dimana seseorang yang dianggap memiliki kemampuan pengobatan dengan mantera membacakan suatu mantra pada media air yang kemudian diminumkan kepada pasien atau yang sedang menderita suatu penyakit. Pengobatan ini pada intinya dengan melalui  doa-doa memakai perantara air putih. Dalam berbagai literasi juga ditemukan bahwa media yang digunakan bukan sekedar menggunakan air putih melainkan juga kadang dengan menggunakan ludah dari penyuwuk.

Dalam bingkai budaya, tradisi suwuk sudah dilakukan secara turun temurun dalam berbagai tradisi budaya khususnya pada masyarakat jawa, dimana proses pengobatan dilakukan dengan membacakan mantera-matera dari seseorang yang dianggap sebagai ahli, atau dukun atau tabib melalui media air yang kemudian air tersebuh diberikan kepada pasien yang sakit, baik diminumkan, digunakan untuk mandi maupun sekedar dibasuhkan dan dicipratkan. Pada hari ini tradisi suwuk ini masih tetap bertahan dan masih bisa ditemui dalam berbagai ritual penyembuhan dan terapi alternatif.

Sejarah Budaya Suwuk di Indonesia

Budaya suwuk tidak lahir begitu saja di Indonesia. Ketika jaman Walisongo, salah seorang anggotanya, Maulana Ishaq yang berasal dari Samarkand, Rusia selatan ini adalah seorang ahli pengobatan. Salah satu metode pengobatan yang dilakukan Maulana Ishaq adalah dengan suwuk. Metode dakwah Maulana Ishaq yakni lewat jalur memberikan pengobatan gratis kepada warga disuatu daerah yang dilewatinya. Hingga suatu saat Maulana Ishaq dipanggil oleh seorang raja di Blambangan yang anaknya sakit keras. Atas ijin Allah, pengobatan yang dilakukan Maulana Ishaq diberi kesembuhan. Suwuk biasanya dilakukan oleh para kiai yang wira’i, zuhud atau mereka yang mendalami ilmu ketabiban.

Hampir semua kiai tempo dulu membekali dirinya dengan ilmu suwuk ini. Biasanya para kiai yang memberikan pengobatan model ini menyertakan pesan:”Jangan lupa minta kesembuhan kepada Allah SWT, karena yang punya kesehatan dan sakit itu hanyalah Allah. Manusia hanya ikhtiar dan obat hanyalah perantara. Allah yang menentukannya.”

Proses Pembuatan Air Suwuk

Praktek menyuwuk biasanya menggunakan wasilah (media) air putih. Paling baik menggunakan air zam-zam. Kalau tidak ditemukan, bisa juga menggunakan air hujan, air sumur disekitar makam wali, atau air sumur di sekitar makam Sunan Ampel Surabaya. Kalau semua itu sulit didapatkan, setiap air putih juga bisa dipakai. Bahkan termasuk air mineral dalam kemasan.
Wadah air dibuka tutupnya didepan kiai, dibacakan doa-doa tertentu lalu ditiupkan ke dalamnya. Namun secara umum doa itu adalah: ”Ya Allah, Tuhan Pencipta Alam dan Pemelihara Manusia, hilangkanlah penyakit, sembuhkanlah dia. Engkaulah yang menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari Engkau, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Bukhari)
Adapun cara penggunaannya: air yang sudah ditiupkan doa didalamnya itu diminumkan kepada pasien. Bisa juga diusap-usapkan ke seluruh tubuhnya, atau hanya ke bagian yang dirasakan sakit, atau dipercik-percikkan di sekitarnya. Biasanya para kiai yang memberikan pengobatan model ini menyertakan pesan:”Jangan lupa minta kesembuhan kepada Allah SWT, karena yang punya kesehatan dan sakit itu hanyalah Allah. Manusia hanya ikhtiar dan obat hanyalah perantara. Allah yang menentukannya.”

Pesan yang disampaikan (misalnya kiai) yang menyuwuk tadi ke pasien merupakan “efek placebo” yakni dengan mendengarkan kata-kata kiai tersebut, rasa cemas dan takut dalam diri mereka benar-benar hilang.

Kata-kata tersebut membangunkan kekuatan untuk menyembuhkan diri sendiri, yang memang sudah ada dalam tubuh manusia.
Jadi, para kiai bukan sekedar memberikan pelayanan pengobatan suwuk, namun sekaligus memberikan “efek placebo” lewat kata-kata positif berupa doa atau motivasi yang sarat nilai spiritual. Sehingga, pasien dapat menumbuhkan rasa percaya akan kesenbuhannya.

Bukti Ilmiah Suwuk

Orang yang belum mengerti hakikat dan karakteristik air sering mengira bahwa pengobatan alternatif dengan cara meminum air yang telah diberi doa sebelumnya, merupakan suatu cara yang tidak ilmiah. Karena itu maka “layak” disebut sebagai cara yang tidak rasional.
Namun, seorang peneliti Jepang terkenal, Dr. Masaru Emoto berhasil membuktikan bahwa air sanggup membawa pesan atau informasi dari apa yang diberikan kepadanya. Bahkan air yang diberi respon positif, termasuk doa, akan menghasilkan bentuk kristal heksagonal yang indah.
Hasil penelitian Masaru Emoto yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “The True Power Of Water” [Hikmah Air dalam Olahjiwa], (MQS Publishing, 2006), merupakan pengalaman menakjubkan karena membuktikan bahwa air ternyata “hidup” dan dapat merespon apa yang disampaikan manusia.
Melalui penelitian yang dilakukan oleh Masao Emoto di tahun 2006, kristal air yang berbentuk heksagonal, diketahui dapat menyajikan tampilan (view) yang berbeda, bergantung informasi yang diterima. Air yang diberi tulisan doa-doa akan membentuk kristal yang berbeda dengan air yang diberi tulisan stress, atau bahagia. Bahkan, jika suatu air dalam botol kita tempelkan kertas bertuliskan ‘bodoh’, maka air tidak membentuk konfigurasi apapun (kacau).

Ternyata, air juga membentuk konfigurasi yang mampu memancarkan gelombang elektromagnetik. Setiap molekul air mengandung informasi tertentu. Fenomena yang ada, tergantung dari informasi yang datang. Air dalam struktur tertentu, dapat menjadi informasi yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga bisa bersifat menyembuhkan.

Maka, begitu indahnya ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah membuat air yang sangat luar biasa.

“Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.” (QS. Al Anbiya : 30).

Sebelum Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk, Rasulullah SAW sudah bersabda bahwa: “Zamzam lima syuriba lahu”, “Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya.” Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh.

Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Air mengenali kata tidak hanya sebagai sebuah desain sederhana, tetapi air dapat memahami makna kata tersebut. Saat air sadar bahwa kata yang diperlihatkan membawa informasi yang baik maka air akan membentuk kristal. Jika kata positif yang diberikan, maka kristal yang terbentuk akan merekah luar biasa laksana bunga yang sedang mekar penuh, seakan ingin menggambarkan gerakan tangan air yang sedang mengekspresikan kenikmatannya. Sebaliknya, jika kata-kata negatif yang diberikan, maka akan menghasilkan pecahan kristal dengan ukuran yang tidak seimbang. Jadi bisa dibayangkan bagaimana jika air diberi kumpulan kata yang merupakan doa
Subhanallah, kekuatan air yang sudah menerima kata-kata itu, terutama untuk penyembuhan tentu sangat besar.

Apalagi kumpulan kata yang merupakan doa tersebut bukan kata-kata biasa, tapi berasal dari Allah SWT dan diucapkan oleh orang shaleh pilihan Allah SWT. Setidaknya temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang dido’akan bisa menyembuhkan.

Suwuk Dalam Bingkai Tradisi dan Akidah

Banyak masyarakat yang masih mensakralkan suwuk. Berbondong-bondong masyarakat mengambil dan berebut “air berkah” dari upacara-upacara adat tertentu. Bahkan, banyak pula yang lebih percaya pada air “berkah” tersebut dibanding kekuasaan Allah swt yang bisa menyembuhkan. Dalam ajaran Islam, perbuatan itu bisa dikatakan syirik atau menyekutukan Allah. Karena jelas-jelas mengenyampingkan posisi Allah swt sebagai pemberi penyakit dan penyembuh. Tapi, budaya suwuk kini tidak bisa dilepaskan dari tradisi bangsa Indonesia. Tak hanya di pedesaan, suwuk pun hadir di dunia modern dan kehidupan kota.

Secara tradisi, suwuk memang memiliki sisi positif karena melestarikan budaya dari jaman terdahulu. Namun, dari segi akidah, suwuk bisa menjadi hal yang mengancam ketauhidan pada Allah swt atas perilaku menyekutukan tersebut.

Sumber Referensi:

http://forumm.wgaul.com/showthread.php?t=80691

http://bagiilmu.blogspot.com/2009/11/budaya-suwuk-masih-relevankah.html

http://zulfikri.wordpress.com/2007/09/04/keajaiban-air/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s