“Pengemis Beasiswa”

Yah.. rasanya benar-benar sungguh memalukan.

Aku, dengan “mengemis” meminta  “beasiswa” pada orang yang melahirkan dan membesarkanku. Ibu dan ayah. Setiap hari, setiap waktu…dengan tak berhati, aku memelas. Meminta beberapa helai uang untuk ongkos kuliah. Atau, jika sedang mujur..bisa saja aku mendapatkan uang saku perbulannya. Namun..lagi-lagi..aku merasa sangat malu.

Ibu juga ayah, adalah makhluk spesial. Tanpa keluh, mereka memberikan yang terbaik padaku. Uang, pakaian, makanan, minuman hingga kasih sayang. Padahal, aku..hanya bisa meminta dan meminta. Tanpa memberi  balasan yang pasti. Aku kembali mengharapkan sebuah “beasiswa”. Mungkin…ibu dan ayah merasa kesal, namun..untuk putri tercinta, apapun bisa terjadi. Aku, tidaklah dimanjakan. Hanya diperhatikan. Sebagai seorang wanita muda yang akan menginjak   usia dewasa.

Aku…kembali malu pada mereka. Malu rasanya…

Laptop ini, yang kini telah menjadi milikku adalah bentuk rasa Maluku yang terbesar!

Ibu, ayah..pastilah kalian tidak akan banyak menuntut ini dan itu padaku. Hanya keberhasilan. Itu saja sudah cukup. Yah…

Mudah-mudahan dengan laptop ini, aku bisa menghasilkan banyak sakali karya – karya bermanfaat. Bisa menghasilkan profit dan dapat membanggakan kedua orang tua. Aminn..

Semoga Alloh senantiasa melindungi ayah dan ibu…

Cinta kucurahkan demi helaian nafas yang indah selalu.

(Selasa, 15 September 2009)

Mamah dan Papahku
Mamah dan Papahku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s