Moen Moen, Steak Penggugah Si Lidah

“Saya pesan dua, semuanya dua puluh ribu,” ucap seorang pelanggan yang kala itu tampak sumringah dengan wanginya daging goreng dengan bumbu setengah renyah yang tak lama lagi akan disantap dirinya dan satu temannya di meja yang telah dipilih mereka.

Dan, petang nampak kian menggeliat di lantai tiga Jatinangor Town Square yang semakin ramai oleh pengunjung. Banyak diantara pegunjung yang tengah mengobrol ria bersama rekan kerja, membaca buku sambil menyantap hidangan hingga bermain laptop. Tapi, petang bertambah hangat dengan hadirnya Steak Moen Moen yang menggoda selera. “Saya senang dengan pengemasannya, unik dan kreatif,” kata Eka, pengunjung kedai Steak Moen Moen yang baru pertama kali datang ke kedai. Steak Moen Moen, begitulah nama kedai cukup modern di lantai tiga JATOS itu disebut. Menunya memang sederhana, namun yang membuat luar biasa adalah pengemasan dan tampilan yang menarik dipandang bmata. Dengan tampilan hot plate yang masih terasa panasanya, asap serta wangi daging ayam dengan balutan tepung setengah crispy itu dihidangkan. Tak lupa, pengunjung kedai pun akan dipenuhi rasa nikmatnya dengan salad matang yang berisi kentang, buncis dan wortel serta tersaji pula teh manis dingin yang dikemas dalam cup plastik yang cantik.

Menikmati Steak Moen Moen dengan guyuran pasta putih mayonaise memberikan nuansa malam yang lebih hangat. Apalagi hal yang unik dalam menikmati makanan ini adalah dengan pisau dan garpu, memberikan kesan setengah modern yang menyenangkan. “Apalagi semua ini hanya mengeluarkan kocek sepuluh ribu rupiah saja,” kata salah seorang pengunjung.

Steak Moen Moen adalah panganan sehat dan kaya gizi. Tak hanya mendapatkan asupan lemak yang cukup dari daging ayam yang diolah menjadi stick, tapi pengunjung pun akan menyantap pula salad sayuran yang sengaja disiapkan untuk menetralisir minyak-minyak dan mampu menghindari kolesterol. Semua itu terhidang dalam satu wadah berbentuk bunga atau ikan yang terbuat dari kayu. “Benar-benar pengemasan yang cantik,” ujar Eka, salah satu pengunjung kedai.

Tak hanya sebagai tempat pelepas rasa lapar, kedai Steak Moen Moen yang berada di kawasan perbelanjaan di jalan Jatinangor itu pun akan memberikan ruang bersosialisasi dengan rekan kerja ataupun teman sejawat. Dan, tentunya dengan ditambah nikmatnya Stick Moen Moen itu sendiri, petang pun akan terasa lebih hangat. Selamat Mencoba!

Laporan kuliner oleh: Tetsuko Eika – Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s