Wajarkah?

Apakah ini wajar?

Rasanya dada ini bergemuruh sangat dahsyat! Membuat napasku tersengal,pikiranku melayang dan jiwaku terbang.

Dan, apakah ini wajar?

Aku merasa ada sesuatu tengah bersembunyi di dalam hati. Sesuatu yang sulit terdefinisikan. Sesuatu yang abstrak. Namun, entah mengapa sesuatu itu membuat hatiku cukup nyaman. Cukup tentram.

Lalu, apakah ini wajar?

Ada segumpal emosi yang membuat hayalku melayang-layang ke udara. Lalu, hinggap disebuah bunga berwarna merah muda. Dan, aku mencium wanginya. Ahh… harum sekali emosi ini. Membuat hari-hariku seakan bertahtakan ribuan pelangi. Sangat indah.

Maka, apakah ini wajar?

Aku masih heran, apa yang sebenernya terjadi. Apa aku sakit? Tapi, mengapa sakit ini membuat senyumku selalu mengembang? Bahkan, melihat iring-iringan semut pun aku tersenyum dibuatnya. Aku tak yakin jika sakit mampu membuat bibir tersenyum. Lalu, sakit jenis apa yang aku derita?

Lagi – lagi, apakah ini wajar?

Entahlah, perasaanku agak kacau. Semua teraduk-aduk, membuat berantakan. Semua bagai langit abu yang bergumul-gumul di angkasa. Namun, entah mengapa ada setitik cahaya yang membuat hatiku merasa tentram dan bahagia. Cahaya apakah itu? Aku sungguh sangat menikmati cahayanya.

Dan, apakah ini wajar?

Tolong bantu aku mengartikan semua ini. Aku sulit bernapas. Dadaku sesak. Aku bingung, hal apakah yang membuat dadaku sesak seperti ini? Orang-orang berkata, kondisi seperti ini adalah cinta. Cinta? Sungguh?

Apakah aku wajar?

Perasaan abstrak ini masih bertengger di relung hati. Menimbulkan rasa was-was, harap, sayang, perhatian bahkan hingga cemburu. Ahh… aku memang benar-benar sakit sepertinya. Aku memang tengah sakit cinta. Ini penyakit! Tapi, penyakit yang menyenangkan!

Lalu, apakah aku wajar?

Aku sungguh tak sanggup mengungkap sakit ini lebih lanjut. Malu rasanya! Pada dunia dan pada Tuhan. Biarlah sakit yang fitrah ini bersemayam dengan tenang. Dan aku tak ingin banyak berharap seseorang yang membuat sakit ini bisa merasakan sakitku. Biarlah hanya Tuhan yang tahu, bahwa aku tengah merindukannya.

Dan, apakah aku wajar?

Sejujurnya aku merasa aku bersalah. Menumbuhkan benih bukan pada waktunya. Tapi, semua itu tumbuh diluar kendaliku. Ada apa ini? Aku merasa tak sanggup menahan pesatnya benih ini tumbuh dan berkembang. Namun, aku berusaha memangkasnya pelan-pelan. Merapikannya agar tak tumbuh liar dan semena-mena. Ahh… lagi-lagi aku malu pada Tuhan, pada Rabb-ku yang selalu mengawasi tiap langkah ini.

Wajarkah aku?

Emosi itu berusaha kubingkai dengan baik. Berusaha keras aku tak menatapnya, ya orang yang membuat hati ini penuh dengan bunga-bunga aneh. Berusaha kuperbaiki tingkahku. Aku sungguh tak ingin kikuk atau berbuat bodoh di hadapannya. Aku ingin semua berjalan wajar. Agar hati ini bisa tertata rapi dan aku sembuh dari fitrah manusia ini.

Apa aku wajar?

Sekali lagi, biarlah waktu yang menjawab. Aku tak akan mengharapnya berlebihan. Tak akan! Aku akan selalu ingat janji Tuhan, bahwa pria yang baik kelak akan disandingkan dengan wanita yang baik pula. Ya, aku selalu ingat janji itu. Dan, aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk Allah, bukan untuknya. Biarlah Allah saja yang menilai. Aku berserah di hadapan-Nya.

Dan, pelan-pelan aku merasa begitu wajar…

Berusaha keras akan kujaga hati. Aku takut ada setan yang bermain dalam jiwa. Menggoda imanku. Menggoda prinsipku. Dan, ini benar-benar perang batin. Aku sekarang tengah berperang di dalam hati!

Ya, aku merasa semua berjalan wajar…

Lagi-lagi, biarlah waktu yang menjawab. Aku yakin jika memang dia jodohku, suatu saat pasti Allah akan mempertemukan kami. Sebagai pasangan suci.

Kini. Tugasku hanya satu. Mencintai Tuhan melebihi cintaku padanya. Aku tak ingin membuat Tuhan cemburu! Sama sekali tak ingin. Ya, biarlah Tuhan yang mengatur. Karena aku sangat yakin… janji Tuhan selalu benar… akan selalu benar…

Selasa, 19 Juli 2011

Dalam renungan pagi…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s