Sepucuk Surat untuk Ramadhan

Assalamu’alaikum,wr,wb…

Sahabat, begitu senangnya jiwa ini karena bisa kembali menyapa Ramadhan. Bulan yang penuh diskon cinta Illahi, bulan yang penuh dengan semangat kebaikan, bulan yang membuat banyak orang entah mengapa ingin ke masjid. Ahh… Ramadhan memang sungguh istimewa! Dan, yang lebih istimewanya lagi… di bulan ini makanan seakan tumpah ruah, berlimpah, banyak dan bervariasi lho!

 Sahabat, senang rasanya ketika Ramadhan datang menyambut. Kawan-kawan masa kecilku dulu, kini berkumpul di dalam masjid. Lama tak nampak senyum penuh semangat mereka itu, kini terlukis indah dimataku. Ahh… lagi-lagi Ramadhan memang sungguh istimewa! Mampu menyatukan para bocah masa lalu yang kini telah dewasa.

Sahabat, bagiku Ramadhan adalah bulan berbakti. Bulan ini yang menyatukan hatiku dengan hati ibuku. Lebih menyatu dibanding bulan-bulan sebelumnya. Ramadhan, memberi waktu untuk mengenal ibu lebih banyak. Kami bercerita ketika mengiris sayuran, bercanda saat menghaluskan bumbu hingga berbincang ketika sahur dan berbuka. Ya, Ramadhan membuatku semakin rindu pada Ibuku. Ibu terkasihku.

 Sahabat, tak ada satu bulan pun yang seramai Ramadhan. Hmm… bulan ini sangat luar biasa. Tahukah Sahabat, dibulan ini sanak saudara dari kota jauh berkumpul bersama. Kami saling berbagi kisah, memberi semangat motivasi hingga beribadah bersama. Masih kuingat kenangan itu… kami sekeluarga besar berduyun-duyun pergi ke masjid untuk rukuk dan sujud kepada-Nya. Shalat tarawih bersama, membaca Al-Qur’an bersama. Dan.. ooh.. itu sungguh mengasyikan!

 Sahabat, Ramadhan membuatku semakin merasakan indahnya silaturahim. Di bulan ini, aku dan teman-teman lama berjumpa saat berbuka shaum bersama. Dan yang lebih mengesankannya lagi, dibulan ini pun, aku berkesempatan bersilaturahim dan berbuka shaum bersama dengan saudara-saudara yatim dan piatu, hingga sopir angkutan kota. Kau tahu Sahabat, bahagia rasanya jika kita bisa berbagi makanan dengan mereka. Dan kebahagiaan itu tiba karena Ramadhan. Bagiku, Ramadhan memang penuh dengan pelangi bahagia. Ramadhan menuntunku pada indahnya silaturahim.

Sahabat, Ramadhan adalah bulan air mata. Tak ada satu bulan pun yang mampu menguras air mataku selain Ramadhan. Entah mengapa… Ramadhan membuatku mampu bersimpuh diatas sajadah cinta. Mengharapkan ridha Allah yang selalu menjadi pelita. Ramadhan membuat hatiku luluh dalam do’a. mengikis kesombongan jiwa. Ya, Ramadhan membuat air mataku berlinang-linang saat mendirikan qiyamul lail, tersedu-sedu saat membaca Qur’an bahkan disaat mendengar ceramah-ceramah. Sahabat, Ramadhan ternyata bulan yang melunakkan hati. Lunak, hingga air mata pun menganak sungai dalam kerinduan pada Illahi.

Sahabat, aku tahu kita tidak akan pernah hidup selamanya. Mungkin, besok kita akan mati. Atau, bahkan lima menit lagi itulah saat-saat terakhir napas kita. Dan sedihnya, kita tidak akan pernah tahu apakah kita akan berjumpa dengan Ramadhan tahun depan. Kita pasti akan sedih Sahabat, jika tak mampu mencium wanginya aroma Ramadhan lagi. Sahabat, semoga kita bisa mewarnai Ramadhan ini dengan penuh cinta. Cinta pada Rabb Semesta Alam.

 

Wassalamu’alaikum,wr,wb…

 

Sahabatmu, Eka Purwitasari

Tetsuko Eika

Tetsuko Eika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s