Dimana aku harus menemukanmu?

Akhir-akhir ini kesepianku semakin memuncak. Aku sendiri. Dan seakan sering berjalan seorang diri. Hati ini, raga ini sungguh menanti seseorang yang menempatkanku sebagai sahabatnya. Bukan sebagai seorang adik, kakak hingga bawahan ataupun atasan. Aku sungguh ingin di anggap sebagai seorang manusia biasa. Yang penuh dengan salah, lupa hingga kebimbangan.

Dan, klimaks kesendirian ini begitu merajalela. Aku seakan terkucil di dalam pikiranku sendiri. Kerdil rasanya benakku. Aku terkadang berurai air mata tanpa alasan. Dan, semua itu kulukis hanya untuk menghalau batu-batu kesepian dalam kalbuku.

Duhai sahabat, dimanakah engkau? Yang selalu kurindukan setiap waktu…

Sungguh, aku begitu kesepian. Rasanya, sepi ini hendak menerkam dan menelanku mentah-mentah. Aku sering sekali merenung dan menatap langit dengan hampa. Seakan ada yang hilang dari bait melodi hidupku, dan…yang hilang itu adalah kau..

SAHABAT

Semua perjalanan hidup ini seakan bisu tanpa rasa. Aku bak kura-kura dalam tempurung yang terkunci. Kerap kubertanya pada diri sendiri tentang arti hidup ini. Namun, sangat sulit kusentuh makna esensi itu. Dan, akhir-akhir ini pula, rasa terasing dalam diri menggeliat dengan dahsyat. Aku bingung dan sangat tertutup. Semua Nampak abu-abu. Apakah kini aku telah menjadi seorang introvert sejati? Yang hanya membentuk duniaku sendiri dalam kelambu? Aku heran pada diriku sendiri. Aku  laksana meneemukan oase diri yang bukan sebenarnya. Lalu, mengapa aku begini? Aku sungguh heran duhai Sahabat yang entah dimana aku temukan dirimu.

aku menderita dalam simfoni asa. Aku berusaha tegar. Namun, semakin aku tegar…aku akan semakin paham bahwa aku semakin kesepian. Begitu banyak orang yang kujumpai. Begitu banyak teman yang hilir-mudik di pelupuk mata. Namun, tak ada satupun yang menyentuh jiwaku. Yang dengan sigapnya merengkuh pundakku sebagai seorang sahabat. Yang rela menyeka air mata ini dengan lembut. Yang bahkan memelukku ketika hati terguncang. Duhai…aku rindu akan kehadiranmu sahabat!

Lalu, dimana aku harus menemukanmu? 

Maka…kini, aku hanya mampu berdo’a… entah ikhtiar apa yang harus kuperbuat.

Diantara sepi malam di September 2010..

Tetsuko Eika… 

 

4 thoughts on “Dimana aku harus menemukanmu?

  1. bisakah saya menjadi salah seorang dari sahabat yang saudaraku cari itu🙂
    saya akan bersyukur dan bahagia jika Allah mengizinkanku untuk menjadi teman saudara untuk berbagi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s