Sensasi “Gehu Namru” yang Nyam-nyam…

Kali ini saya ingin mengajak sahabat semua jalan-jalan ke daerah Bandung Timur. Hehe, awalnya sih tidak berniat jalan-jalan, tapi karena ada waktu sekitar sejam untuk lunch setelah wawancara depth reporting ke para pedagang dan pengelola Pasar Ujung Berung, walhasil wisata kuliner dulu deh jadinya. Hehe…😀

Selasa (13/12) ini, mampir dulu mengisi perut di Café Kin-Ben. Tempatnya cukup strategis. Tepat di belakang Masjid Raya Ujung Berung. Tinggal jalan sebentar, dan JREEENG…. Sahabat akan menemukan plang café ini.

Plang cafe

Café-nya memang tidak begitu luas. Tepatnya mirip kedai bakso atau mie ayam rumahan. Cuman cukup unik karena temboknya warna-warni dengan gradasi warna hijau dan salem yang diberi polet hitam. Meja makannya pun terlihat agak beda, karena dibungkus oleh semacam kain plastik imut (niat banget yaa). Jadi cukup chic deh buat anak muda. Seperti saya ini lho! Masih muda belia dan bersemangat… Hehe😀

Eheem… pada awalnya niat ingin pesen ayam penyet atau ayam bakar. Tapi, karena masih kenyang… akhirnya pilih “Gehu Namru”.

Gehu. Ya, makanan khas orang Sunda ini pasti lekat di telinga kita. Mungkin, pada awalnya ketika mendengar kata “gehu”, ingatnya dengan tahu berisi toge yang dibalut tepung lalu digoreng. Just it! Tapi, setelah “gehu” yang satu ini tersaji di atas meja. Oaaalaaa…. Semarak juga isinya.😀

Tampilan “gehu namru” lumayan modern juga. Dihidangkan di atas piring putih, pakai pisau dan garpu juga makannya (berasa lagi makan di café Italia. Hihi). Oia, gehu ini diperseru dengan tambahan mayoinaise, telur, irisan wortel, bawang bombay, sosis, chili sauce dan tentunya toge. Susah ngebayanginnya? Let’s check it on the picture OK! ^_^

Pesona "Gehu Namru" XD

Pesona "Gehu Namru"😄

Untuk masalah harga, “Gehu Namru” gak buat kita puyeng kok. Satu porsinya dibandrol harga Rp. 4.500,- aja. Cuman di café ini makan tidak langsung serta-merta plus dapat air minum, alias harus membeli lagi. Siang itu saya nemenin “gehu namru” dengan es teh aja yang harganya Rp. 1.500,-. Hehe maklum dompet mahasiswa, carinya yang murah-meriah, sehat, bergizi dan yang penting halal 100 % dong😀

Hmm… rasanya mau tau?? Sluuurpp… enak juga. Ada perpaduan rasa sosis, telur yang diselimuti oleh tepung yang crispy krenyes-krenyes. Yummy!

Cuman, menurut saya. Ada dua yang kurang. Pertama, tahu yang dibuat gehu rasanya agak asem (mungkin karena pake tahu kuning, bukan tahu sumedang yang memang biasa dibuat gehu). And then, kedua… sayurannya kurang! Hehe… maklum makanan berminyak dan rawan kolesterol, memang harus dibarengi dengan suplai serat yang cukup. Nah, sayangnya di porsi piring saya… dapet mentimunnya cuman seiris aja. Heu sedih😦

But, “Gehu Namru” enak juga. Dan bikin kenyang lho! Saya bahkan kuat nahan makan siang -yang asli pake nasi- sampe dinner. Hehe :p

"Gehu Namru" yang krenyes-krenyes😀

Oke Sahabat, sekian laporan dari saya ya….

Sampai ketemu dengan jejak perjalanan saya selanjutnya…

Happy travelling and happy eating OK! ^_^

(Tetsuko Eika –

Selasa, 13 Desember 2011 –

Sambil nangkep kupu-kupu di “Padang Adenium”)

3 thoughts on “Sensasi “Gehu Namru” yang Nyam-nyam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s