Melukis Jepang di Nihon No Matsuri

Oleh: Tetsuko Eika

Ditemani lagu semangatnya Fukuyama Masaharu  yang berjudul Hello, saya menulis tulisan ini. Hmm, sebenarnya kisah perjalanan ini sudah cukup lama terjadi, tapi baru sempat saya tuliskan sekarang. Hehe, gomen ne minna…  baiklah… let’s to write!😀

***

Torii si gate

Siang itu sebenarnya cukup mendung. Awan-awan kelabu mulai berarak dengan rapi. Berhimpun lalu bergumpal-gumpal, seperti oase kesedihan. Cee ile, lebaay. Hehe. Pokoknya hari itu hari Minggu, 11 Desember 2011. Ba’da dzuhur, dengan matic putih kebanggaan saya, lekas-lekas saya tancap gas. Buru-buru meluncur menuju IT Telkom Bandung. Ada nihon no matsuri alias festival Jepang di sana! Tak lupa, si sobat setia, si DSLR turut serta diboyong pula naik white matic. ^_^

Sebenarnya, ini kali pertama saya masuk kampus IT Telkom. Sendirian pula! Maklum single traveller. Si doyan jalan-jalan seorang diri. Hehe. Lucunya, masuk kampus IT Telkom, saya salah parkir motor segala (tepok jidat). Walhasil jarak tempat parkir dengan lokasi nihon no matsuri lumayan jauh. Tapi, no problem deh! Heu…

Sesampainya di lokasi nihon no matsuri, saya menemukan hal unik. Sebuah gate merah yang selalu saja saya temui setiap kali datang ke nihon no matsuri. Seperti saat festival Jepang di FASA UNPAD beberapa bulan yang lalu, lagi-lagi saya menemukan gate seperti yang ada di foto ini:

 Mungkin, di anime-anime atau dorama Jepang, sahabat pernah melihat gate semacam itu. Lalu, dengan otomatisnya, kita mengidentikkan dengan budaya Jepang. Tapi, sebenarnya itu apa sih?? Ada yang tau gak?😀

Gate seperti pada foto disamping itu adalah Torii (鳥居), yaitu bangunan di kuil Shinto yang merupakan pembatas antara kawasan tempat tinggal manusia dengan kawasan suci tempat tinggal Kami (dewa). Selain itu, bangunan ini berfungsi sebagai pintu gerbang kuil.

Bentuk torii berupa dua batang palang sejajar yang disangga dua batang tiang vertikal. Bangunan ini umumnya dicat dengan warna merah (oranye) menyala, dan kadang-kadang juga tidak dicat (warna asli bahan bangunan).

Walaupun lebih umum dijumpai di jalan masuk ke kuil Shinto, torii juga bisa ditemukan di mausoleum kekaisaran dan beberapa kuil Buddha di Jepang. Kalau sahabat punya peta negara Jepang, pasti akan menemukan simbol torii dalam peta terbitan Jepang yang menandakan lokasi kuil Shinto berada.

Hmm, sebenarnya saya jadi bingung juga nih. Torii kan identik dengan agama Shinto, tapi setiap kali datang ke nihon no matsuri di Indonesia, saya pasti menemukan torii yang udah jelas-jelas mencirikan agama Shinto, padahal Indonesia kan mayoritas muslim. Wah.. wah… ada apa dengan cinta? Eh, dengan torii? @_@a

***

Sebenarnya, tujuan inti saya ikut acara-acara semacam ini hanya satu: ingin nyoba pake yukata!! TITIK. Entah mengapa, pakai dan punya yukata masuk ke dalam daftar mimpi saya. Mimpi nomor 30. Tapi, sedihnya sudah dua kali saya ikut acara nihon no matsuri, saya tidak berkesempatan terus menggunakan kimono nonformal yang digunakan saat melihat pesta kembang api, matsuri atau perayaan obon ini. Hmm, tak apalah… meskipun harus gigit jari dulu. Hiks… yukata oh yukata…. T_T

***

 Menulis di tanzaku

Sebenarnya, sedih juga tak bisa beryukata meski hanya beberapa menit. Namun, Allah Swt memang baik hati… setidaknya saya bisa mendapat pengalaman seru selama nihon no matsuri kali ini. Mulai dari mengenal kuliner Jepang, cara membuat sushi hingga asyik menuliskan impian di kertas. Oke, saya ajak sahabat mengenal dulu budaya Jepang yang inspiratif berikut ini: menulis impian di tanzaku ^_^

Hal yang paling saya suka dari negeri sakura adalah semangatnya yang tinggi. Orang-orang Jepang tidak malu dan takut bermimpi. Bahkan, mimpi-mimpi mereka dengan semangatnya mereka tulis di secarik kertas berwarna-warni  yang terdiri dari 5 warna: merah, kuning, hijau, putih dan hitam. Orang  Jepang mengenalnya dengan nama kertas tanzaku!

Biasanya, di festival tanabata (七夕)atau festival bintang, yaitu perayaan yang berkaitan dengan musim di Jepang yang biasanya dilaksanakan pada bulan Juli, sahabat akan berjumpa dengan banyak kertas tanzaku yang dipasang di ranting-ranting bambu. Isinya itu macam-macam. Ada berbagai mimpi, harapan dan motivasi diri orang yang menulisnya. Wah kreatif! Bahkan, amazingnya… sikap berani bermimpi ini sudah dipupuk dari zaman edo. Zaman dimana festival tanabata mulai dikenalkan ke masyarakat. Hmm, Itulah hal yang saya kagumi dari negeri samurai, masyarakatnya tidak pernah malu untuk bermimpi. Dan selalu berjuang mewujudkan mimpi-mimpinya. Sugoi ne… ^_^

Nah, saya pun gak mau ketinggalan ikut-ikut menulis mimpi saya di kertas tanzaku. Meski tidak diikat diranting bambu, tapi di pohon sakura plastik, namun bagi saya tak masalah. Mudah-mudahan dengan muliskan mimpi, jadi motivasi bagi saya untuk mewujudkannya. Ganbatte kudasai!😀

***

Asyiknya ketemu si Ramen

For the first time, akhirnya saya bisa ketemu sama si ramen, lalu mencicipi pesonanya. Beberapa kali mengagendakan wisata kuliner masakan Jepang, akhirnya setahap demi setahap mulai terealisasikan juga. Pertama: makan RAMEN! Horee! Meski sebenarnya porsi di nihon no matsuri ini kurang banyak sih, hehehe.. (maklum pengelana, butuh porsi makan agak banyak. Hehe :P)… akhirnya bisa juga makan shoyu beef ramen. Ramen? Sahabat tau apa itu ramen???

  Ramen (拉麺;ラーメン) adalah mi kuah Jepang yang asal muasalnya dari negeri panda alias Cina. Orang Jepang juga suka menyebut ramen sebagai chuka soba (中華そば atau soba dari Cina) atau shina soba (支那そば) karena soba atau o-soba dalam bahasa Jepang sering juga berarti mi.🙂

Ramen adalah makanan rakyat Jepang. Hampir semua orang Jepang suka sama si mi ini. Sampe Naruto pun doyan banget sama ramen. Betul khan? Hehe. Oia, amazingnya… bahkan, sampai dibuat museum Ramen di Yokohama Jepang lho!

Nah, di atas semangkuk  ramen, umumnya ditambahkan penyedap berupa beraneka ragam lauk seperti: chasiu, menma, telur rebus, sayuran hijau (seperti bayam), irisan daun bawang, nori, atau narutomaki sebagai hiasan. Telur rebus untuk ramen biasanya berwarna coklat karena direbus di dalam kuah bekas rebusan chasiu. Sayuran sekaligus penyedap yang paling umum untuk ramen adalah irisan daun bawang. Sebelum ditambahkan ke dalam ramen, sebagian penjual ramen lebih dulu menggoreng irisan daun bawang di dalam minyak goreng. Wuihh, muantep rasanya! Cuman, nanti kalau ke Jepang, ada yang harus kita waspadai sebagai seorang muslim. Sahabat harus jeli terhadap jenis kaldu pada ramen yang terbuat dari kaldu babi. Biasanya diambil dari tulang babi. Ini jelas haram! Tapi, kita bisa memilih kaldu yang terbuat dari  tulang sapi, tulang ayam atau kacang kedelai gongseng. Nanti sahabat bisa memilih makan ramen di kedai ramen yang dikelola muslim atau lebih baik kita tanya dulu pada pedagang ramen komposisi di dalam ramennya. Nah, di nihon no matsuri ini, untuk semangkuk ramen, saya mengeluarkan okane (uang) sebanyak Rp. 20.000,-. Lumayan mahal juga sih untuk kantong mahasiswa. Hehe… tapi, setidaknya bisa merasakan juga mi kesukaan si Naruto ini. Hihihi😀

***

Icip-icip Sushi yang perfecto

Siapa yang sudah pernah makan sushi? Kalau saya, ini kali pertama makan sushi. Hehe… Kali ini saya memilih “Godzilla” sushi yang roll filled. Di dalamnya ada ebi tempura (sejenis udang yang digoreng dengan tepung) yang dibalut spicy mayo dan teriyaki sauce.  Dengan kocek seharga Rp. 17.000,- saya bisa memboyong pulang 8 sushi yang enaknya luar biasa. Nah, di tulisan ini saya akan mengajak sahabat juga mengenal sushi. Apa itu sushi? Yuk kita simak…😀

Sushi (, , atau biasanya すし, 寿司) adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, atau bahkan sayuran. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula. Rasanya sangat lezat dan bisa mengenyangkan lho.  n_n

Dulu, di Jepang sana, pada tahun 1970-an, sushi masih identik dengan kalangan elit. Rakyat biasa memakan sushi hanya dalam acara-acara besar saja. Namun, kini siapapun bisa mencicipi sushi. Bahkan, inovasi makanan di Jepang telah membuat berbagai macam bumbu sushi instan yang memudahkan ibu rumah tangga membuat sushi di rumah. chirashizushi atau temakizushi dapat dibuat dengan bumbu instan ditambah nasi, makanan laut, tamagoyaki dan nori. Manteep deh ^_^P

Di sana, saya pun sedikit belajar tentang teknik-teknik membuat sushi. Wah, lihai sekali pembuatnya! Iseng-iseng saya jepretin deh aktifitas memasaknya. Hehe…

Suatu saat nanti, saya harus bisa membuat sushi. Sesuai dengan mimpi saya yang nomor 45. Ingin bisa sekali memasak masakan Jepang. ^_^

***

Kenalan dengan taiyaki yuk!

 Saya sempat senang bisa melihat langsung proses pembuatan taiyaki di nihon no matsuri IT Telkom. Hmm… pertama kali saya mengenal makanan khas Jepang ini saat dulu SMP. Kebetulan dapet penjelasan singkat tentang taiyaki di manga (komik) Parfait Tic! Dan semenjak itu, serius ingin banget nyicip pan cake dari negeri ninja itu. Cuman gak keburu ici-icip pas di nihon no matsuri kali ini. Terbatas waktu dan dana soalnya. Hehehe….

Oke tak mengapa (sambil gigit jari) u_u setidaknya saya sudah menggondol beberapa foto taiyaki. Nah, taiyaki (たい焼き、鯛焼き、たいやき、タイヤキ)  adalah kue Jepang berbentuk ikan. Bagian atas kue dipanggang terpisah dengan bagian bawah kue. Setelah kue hampir matang, keduanya disatukan dengan selai kacang merah. Kue ini juga sering diisi dengan cokelatcustardkeju, atau sosis. Sama halnya dengan adonan dorayaki atau pan cake, adonan taiyaki dibuat dari campuran tepung terigu,gula pasirbaking powdertelur ayam, dan air.

Awal mula nama taiyaki seperti ini:

Dalam bahasa Jepang, tai () adalah sebutan untuk semua ikan dari familia Sparidae. Loyang untuk memanggang kue berbentuk ikan, sehingga disebut taiyaki (dalam bahasa Jepang, yaki berarti panggang).  Begitu lho! Hehe…

Ada yang unik dari taiyaki juga lho! Kue taiyaki menjadi tema lagu “Oyoge! Taiyaki-kun” (“Ayo berenang! si Taiyaki”) yang dinyanyikan Masato Shimon. Hingga saat ini, singel tersebut merupakan singel terlaris dalam sejarah industri rekaman Jepang. Wah keren deh! Hehe…

***

Sebagai single traveller, selalu ada sensasi berbeda jika jalan-jalan seorang diri. Ada tantangan yang berbeda ketika saya saat itu satu-satunya akhwat yang jilbaber sendirian diantara para pengunjung yang asyik berpakaian coasplay. Ah, biarin! Pede aja! Hehe..

Acara nihon no matsuri di IT Telkom memang padat. Mulai dari pasar malam, firework festival (kembang api),  cosplay competition yang rame-rame berkostum unik mulai dari Sailormoon, Akatsuki dalam Naruto hingga Kamen Rider alias Ksatria Baja Hitam. Memang lucu-lucu! Sayangnya, saya gak sempat mengabadikan aksi mereka yang pura-puranya lagi battle. Oh ya, sempat juga ngelirik satu pojok ruangan yang katanya disebut-sebut sebagai rumah hantunya jepang. Ahh.. sayangnya lagi, baru buka rumah hantunya ketika malam. Lagipula gak niat masuk juga sih. Hehe….

Saya selalu berharap bisa menghadiri nihon no matsuri yang pure budaya tradisional masyarakat Jepang. Saya ingin belajar memakai kimono, melipat origami hingga upacara minum teh yang khas. Rata-rata, dua kali saya hadir di nihon no matsuri, selalu saja diisi oleh band-band yang alirannya ke metal. Heu, bukan kenap-kenapa… cuman bising ke telinga aja. Hehe… tapi saya seneng pas dulu di nihon no matsuri sebelumnya, menampilkan musik-musik tradisional Jepang. Terdengarnya adem, nyaman dan menenangkan. Selalu mengingatkan saya pada mimpi nomor 1. Studi S2 ke Jepang!

Dan arigatou-nya Kokia menutup tulisan saya kali ini. Alirannya lembut, seakan-akan menerbangkan saya ke tanah momiji. Tanah Jepang!

OK.. Arigatou minna-san… terimakasih sudah menyempatkan membaca jejak perjalanan saya. Nantikan di jejak perjalanan saya selanjutnya ya. only with me! Si Jilbab Traveller! Sayounara…. ^____^

 

Menjelang dzuhur di Rancaekek tersayang,

Selasa, 10 Januari 2012

***    

“Semangat Perbaikan Diri dan Berprestasi!”

Foto-foto bisa temen2 buka di link FB    saya ini:http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2327814120916.2104490.1416582400&type=3  

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s