Kiat Menghilangkan Perilaku Boros

Boros adalah gaya hidup yang gemar berlebih-lebihan. Baik dalam mempergunakan uang, harta atau sumber daya yang dimiliki untuk kesenangan semata. Perilaku boros ini, kini sudah marak terjadi di masyarakat. Tua ataupun muda, sekarang sudah erat gaya hidupnya dengan budaya konsumtif. Salah satu faktornya bisa jadi karena pengaruh tontonan juga. Cobalah kita tengok sinetron-sinetron di televisi yang sangat menonjolkan kemewahan, hidup berfoya-foya bahkan memubazirkan harta untuk kesenangan, gaya hidup atau prestise semata. Dan parahnya, secara tidak langsung tontonan seperti itu berdampak pada pola hidup masyarakat kita. Padahal, Islam sudah sangat jelas melarang umatnya untuk bersifat boros. Islam sebenarnya mengajarkan kita untuk hidup hemat, tidak berlebih-lebihan dan selalu berbagi kepada sesama. Dalam salah satu ayat Al-Qur’an, bahkan Allah Swt menyamakan orang yang berbuat boros sebagai saudaranya setan.

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” (Q.S Al-Israa’: 26-27).

Lalu, bagaimanakah caranya agar kita bisa terlepas dari perilaku boros? Berikut beberapa kiatnya:

1.      Membuat anggaran pengeluaran

Dengan membuat anggaran pengeluaran, kita bisa memilah dan memilih barang atau jasa apa saja yang kita butuhkan. Kita bisa membuat skala prioritas terhadap kebutuhan kita. Selain itu, dengan membuat anggaran pengeluaran, kita akan terbiasa hidup teratur. Sehingga, list anggaran pengeluaran kita akan mudah dievaluasi. Jika bisa, kita sediakan buku khusus yang berisi anggara pengeluaran kita. Misalnya mencatat daftar rencana pengeluaran kita dalam satu minggu atau bahkan dalam satu bulan kedepan. Hal ini akan menjadi pengingat agar kita tidak membeli barang atau jasa yang dirasa kurang atau tidak penting.

 

2.      Jangan mudah tertarik melihat suatu barang atau jasa hanya karena bagus atau diskon.
Sering sekali kita mengalami lapar mata. Seperti apakah lapar mata itu? Lapar mata dalam kehidupan sehari-hari misalnya kita kerap membeli barang atau jasa bukan karena kebutuhan yang mendesak, namun lebih pada fisik yang kita lihat nampak bagus apalagi bermerk. Atau tertarik dengan barang atau jasa yang tengah diskon. Padahal, kita sama sekali tidak membutuhkannya. Bahkan, tidak ada dalam list anggaran pengeluaran. Tentunya, sebagai umat Islam yang bertakwa, kita harus mampu mengendalikan lapar mata itu. Kita harus memiliki tekad yang kuat untuk tidak membeli barang atau jasa yang memang tidak kita butuhkan. Jangan sampai kita termasuk kedalam saudaranya setan karena sifat boros kita sendiri.

 

3.      Pandai-pandailah membedakan antara kebutuhan dan keinginan

Butuh dan ingin. Sepintas keduanya nampak sama. Padahal, sebenarnya keduanya sangat berbeda. Kebutuhan adalah sesuatu yang mendesak harus dipenuhi. Karena jika tidak terpenuhi akan mempengaruhi keberlangsungan hidup kita. Misalnya membeli sembako, membayar listrik, membayar telpon atau PDAM. Sementara keinginan contohnya membeli motor baru, membeli handphone baru, padahal barang-barang tersebut tidak begitu penting, hanya sebatas ingin dimiliki karena takut ketinggalan zaman atau karena gengsi saja. Menyikapi hal tersebut, kita harus cerdas membedakan yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan. Kita pun harus cerdik membedakan kebutuhan primer dan sekunder. Tekan nafsu berbelanja kita agar suatu saat kita tidak menyesal.

 

4.       Hindari penggunaan kartu kredit

Selain karena kelak akan menimbulkan beban pada kita setiap bulannya, penggunaan kartu kredit yang tidak bijak mampu membuat kita semakin boros. Alih-alih ingin simpel, setiap barang atau jasa kita beli dengan mudahnya menggunakan kartu kredit. Memang praktis dan fleksibel, hanya tinggal gesek, tapi coba tekanlah penggunaan kartu kredit seminimal mungkin agar pengeluaran kita tidak semakin membengkak.

 

5.      Jauhi berutang

Setiap muslim dianjurkan untuk menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluarannya, juga antara uang pendapatan dan uang belanja, agar ia tidak terpaksa berutang dengan orang lain karena berutang akan menjadi beban untuknya.  Dalam sebuah hadis dikatakan:Bagi para syuhada akan dihapuskan seluruh dosa mereka kecuali utang-piutang (yang belum mereka bayar). (H.R. Muslim dikutip dari Yusuf Qardhawi, 1997: 149). Jika tidak dalam kondisi sangat genting, usahakanlah kita agar tidak berutang.  Mengapa kita harus menjauhi berutang? Karena orang yang berutang selalu dihantui kegundahan, kegelisahan sehingga hidup terasa tidak tenang. Ketika Rasulullah ditanya mengapa demikian, Nabi menjawab, “Jika seorang berutang, ia tidak segan-segan berbohong dan mengingkari janji.” Namun, jika kita tengah terbelit utang, berdo’alah seperti pada doa Nabi: “Ya Allah! Jauhkanlah saya dari kegundahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kebodohan dan kebakhilan, keberatan utang, serta tekanan dan paksaan orang.”(H.R. Muttafaqun ‘alaihi dikutip dari Yusuf Qardhawi, 1997: 150).

 

6.      Menabung dan berinvestasilah!

Kita harus pikirkan juga pendidikan anak, biaya pernikahan atau bahkan tabungan kesehatan kita. Belajarlah untuk menganggarkan pendapatan yang kita dapatkan untuk ditabung di bank yang terpercaya dan diinvestasikan untuk masa depan kita. Pilihlah lahan investasi yang halal dan menjanjikan, karena kelak investasi kita akan menghasilkan pemasukan tambahan. Jadi, mulailah menabung dan berinvestasi sekarang juga!

 

7.      Ingat Zakat, Infak dan Shadaqah

Salah satu kiat agar dapat menghilangkan perilaku boros adalah selalu ingat saudara-saudara kita yang kekurangan. Sehingga, perlu ditumbuhkan kepekaan sosial pada diri kita. Dengan berzakat, infak dan shadaqah, selain dapat membantu saudara-saudara kita, kita pun Insya Allah akan mendapatkan pahala dari Allah Swt. Seperti dalam Q.S Al-Baqarah ayat 110, Allah berfirman: Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”[] (Eika)

 

One thought on “Kiat Menghilangkan Perilaku Boros

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s