Inilah Samudera Cinta Untukmu, Ukhty!

Oleh: Tetsuko Eika

Ramadhan oh Ramadhan…

Bulan penuh diskon pahala akhirnya tiba kembali. Bulan dimana ampunan menjadi kado terindah. Bulan dimana pintu syurga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Sungguh, inilah bulan terbaik yang ditunggu oleh para perindu cinta.

Ramai gembira setiap umat Islam di seluruh penjuru dunia bersuka cita. Bersorak girang dan menyambut dengan bahagia. Mereka berharap Ramadhan menjadi penggugur dosa-dosa serta penjernih kalbu. Berharap Ramadhan dapat menambah rasa cinta pada Sang Pemilik Cinta.

Namun, semua keceriaan menyambut Ramadhan bisa tidak berlaku bagi hati yang tidak ikhlas. Ramadhan bisa menjadi bulan penuh penderitaan bagi jiwa-jiwa yang hanya mementingkan urusan duniawi. Dan Ramadhan bisa menjadi bulan berkeluh kesah dan penuh keletihan yang luar biasa bagi para muslimah yang belum bisa tunduk kalbunya pada keimanan. Muslimah-muslimah tersebut menjadi begitu bingung. Ia berkeluh kesah atas uang pemberian suami yang tak cukup menghidupi keluarganya selama Ramadhan. Ia letih karena kesibukannya melonjak berkali-kali lipat dari bulan-bulan yang lain. Ia terpaksa terbangun lebih cepat dari suami dan anak-anaknya, terpaksa harus menyiapkan makan sahur lalu bekerja mengurus rumah dan pada akhirnya berkeluh kesah lagi karena uang untuk berbuka tak mencukupi. Duhai Ukhty, inikah yang terus menghinggapi hatimu ketika Ramadhan penuh cinta itu tiba?

Duhai Ukhty, ingatkah pada hadits sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang menyatakan bahwa barangsiapa berpuasa karena keimanan dan semata-mata mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu? Ukhty, sungguh, tak ada yang harus dicemaskan di bulan yang suci ini. Tak perlu ada lagi gerutu kesal pada sang suami karena uang yang diberikannya tak cukup memenuhi kebutuhan Ramadhan. Tak perlu ada keluhan karena setiap hari kesibukan Ramadhan menyita waktu istirahatmu. Namun, bersyukurlah! Karena ini adalah samudera cinta-Nya untukmu. Yakinlah, Allah Swt telah menyiapkan pahala yang besar untukmu. Yakinlah!

Dan, untukmu wahai akhy, jadilah bahu yang kokoh untuk istrimu. Bantulah ia mengurus pekerjaan rumah dengan keikhlasan. Jangan biarkan ia selesaikan seluruh pekerjaan rumah di Ramadhan ini tanpa bantuanmu. Karena Rasulullah dalam sebuah riwayat pun membantu meringankan pekerjaan istri-istrinya. Rasululullah menjahit dan mencuci jubahnya sendiri karena rasa cinta yang mendalam. Lalu, mengapa engkau duhai akhy, masih tega membiarkan istrimu bekerja seorang diri mengasuh anak, berbelanja keperluan Ramadhan, dan mengurus rumah seorang diri?

Ramadhan adalah bulan cinta. Bulan yang seharusnya cinta suami dan istri kian bertaut erat. Bulan dimana baiti jannati terbangun lebih indah. Bulan yang penuh dengan harmonisasi keimanan. Bukan malah menjadi bulan keegoisan hati dan bulan yang penuh kekecewaan.

Maka, tersenyumlah duhai Ukhty!

Allah Swt sudah menjamin syurga untukmu yang tetap ikhlas. Allah Swt telah siapkan pahala yang tak sedikit untukmu yang ridha menyiapkan makanan untuk keluargamu yang sedang shaum. Ingatlah ukhty, dalam hadits At-Tirmidzi bahwa barangsiapa yang menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka ia akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun. Jadi, tak ada alasan untuk bermuram durja. Sungguh, perjuangan Ramadhan adalah jihadmu. Ladang pahalamu.[] (Eika)

 

***

Duhai Ukhty,

Ramadhanmu adalah samudera cintamu.

Hari-harimu laksana sebongkah berlian.

Malam-malam dzikirmu laksana untaian emas.

Penuh cinta-Nya!

Duhai Ukhty,

Letihmu laksana kucuran permata.

Perihmu penghantar menuju syurga.

Karena..

Inilah samudera cinta untukumu!

Dari-Nya..

 

One thought on “Inilah Samudera Cinta Untukmu, Ukhty!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s