Kiat Mengatasi Mood Swing Saat Haid

Oleh: Eika Vio

Mood swing merupakan efek dari sindrom prehaid atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai premenstrual syndrome (PMS), yang diakibatkan perubahan hormonal pada tubuh wanita. Mood swing yang ditandai dengan fluktuasi emosi yang tidak menentu, kerap menyusahkan sebagian besar wanita saat hendak menstruasi atau saat menstruasi itu sendiri tengah berlangsung.

Tanda-tanda yang kerap terlihat dari mood swing itu sendiri berupa perasaan mudah marah, galau, mudah menangis, mudah tersinggung dan bahkan sulit berkonsentrasi. Suasana emosi yang naik-turun tersebut memang biasa terjadi pada wanita menjelang haid, namun jika terus dibiasakan terjadi setiap bulannya, mood swing jelas akan meresahkan, mengganggu hubungan komunikasi dengan keluarga, rekan kerja bahkan karir. Lalu, bagaimana cara mengatasi mood swing saat premenstrual syndrome? Berikut kiat-kiatnya:

Butuh dukungan

Seorang wanita yang tengah mengalami mood swing karena PMS, perlu mendapat dukungan dari keluarga dan rekan-rekan terdekatnya. Dukungan itu bisa berupa kata-kata positif yang bisa menyemangati atau menjaga suasana hati agar tetap nyaman. Hindari perbuatan yang mampu menjengkelkan dan menambah stres. Jika Anda seorang suami, cobalah memijat punggung sang istri yang tengah mengalami mood swing, selain mampu mengurangi luapan emosi yang meledak-ledak, memijat punggung istri bisa menjadi sarana mengharmoniskan hubungan suami-istri. 

Asupan gizi yang baik

Gizi yang baik mampu menjaga metabolisme tubuh tetap prima. Caranya dengan mengurangi makanan yang tinggi gula, tinggi garam, dan perbanyak mengonsumsi sayuran hijau semisal bayam atau sawi. Konsumsi pula vitamin B kompleks terutama vitamin B6 yang dapat ditemukan dalam makanan seperti daging, ikan, telur, sereal atau kentang. Tingkatkan juga suplai vitamin E, kalsium, magnesium juga omega-6 (asam linolenat gamma GLA). Selain itu, menjelang menstruasi, wanita disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengadung karbohidart kompleks, seperti kentang, jagung, kacang polong atau gandum, serta jenis makanan olahannya. Karena menurut para peneliti, mengonsumsi karbohidrat kompleks dalam jumlah banyak akan memicu produksi serotonin dalam tubuh, sehingga menekan terjadinya perubahan emosi akibat peningkatan hormon reproduksi, juga meminimalkan selera makan yang meningkat.

Istirahat yang cukup

Secara medis, tidur adalah salah satu cara menjaga stamina tubuh tetap baik. Tetapi memastikan bahwa waktu tidur tidak berlebih menjelang menstruasi dapat menjadi salah satu cara mencegah mood swing yang mengganggu, terutama rasa sedih akibat depresi. Beristirahatlah dengan cukup dan tidak berlebihan. Selain dapat mengurangi stres saat PMS, tidur dapat me-refresh sistem organ tubuh agar kembali fit.

 Rutin berolahraga

Dengan berolahraga, tubuh akan menghasilkan hormon endorphin lebih banyak dari biasanya. Hormon ini menyebabkan kesehatan jantung menjadi lebih terjaga karena aliran darah tidak terhambat. Kondisi itu meminimalkan sakit migren, perubahan emosi dan menangkal lemas. Jenis olahraga yang disarankan rutin adalah erobik atau jogging.

Perbanyak berdekat diri kepada-Nya

Dengan beribadah kepada Allah Swt, hati akan lebih tentram. Bahkan, emosi pun akan jauh lebih stabil. Meskipun para muslimah tidak bisa shalat dan berpuasa saat menstruasi, berdekat diri kepada sang Khalik bisa dengan perbanyak dzikir, bersedekah dan beramal lebih banyak. “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram.” (Q.S Al-Ra’d [13] : 28).[]

——-

Terbit di Majalah Percikan Iman edisi Maret 2012

Sumber gambar: Di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s