Kiat Atasi Morning Sickness

morningHal yang paling dirindukan oleh pasangan yang baru menikah adalah sebuah kehamilan. Kehamilan menjadi kado terindah dari Sang Khalik yang disambut dengan suka cita. Namun, ada hal yang kerap dialami saat kehamilan muda, yakni morning sickness. Morning sickness itu sendiri sebenarnya gejala rasa mual yang disertai muntah-muntah. Gejala ini memang hal lumrah yang dialami di trisemester kehamilan, karena di trisemester kedua dan ketiga rasa mual dan muntah akan berkurang atau bahkan menghilang.

Morning sickness biasanya terjadi pada pagi hari hingga siang hari. Namun, ada juga yang mengalami morning sickness di malam hari bahkan sepanjang hari. Sang ibu yang hamil di trisemester pertama bahkan memiliki sensitifitas penciuman yang lebih tajam, sehingga lebih peka terhadap bau-bauan yang membuatnya mudah mual dan muntah. Rasa mual dan muntah ini tentu harus dikurangi agar sang ibu dan janinnya tidak kekurangan gizi. Lantas, bagaimanakah cara mengatasi morning sickness? Berikut tipsnya untuk Anda:

 Jangan biarkan perut kosong

Kondisi perut yang kosong membuat kadar asam lambung meningkat dan kadar gula darah menjadi rendah. Jadi, jangan biarkan perut dalam kondisi kosong dan lapar saat bangun tidur. Agar tidak mual di pagi hari, cobalah isi perut dengan roti atau biskuit serta minum air putih yang cukup. Usahakan pula untuk tidak langsung bergerak secara cepat dan refleks saat bangun tidur agar tidak pusing kepala. Dianjurkan juga ibu hamil agar tidak tergesa-gesa dalam beaktivitas selepas bangun tidur, saat bangun duduk dan bersandarlah dahulu baru bergerak perlahan dan berdiri.

Perbaiki kebiasaan makan

Di awal kehamilan, biasanya ibu hamil sulit makan dan kerap kehilangan nafsu makan karena mual dan muntah. Untuk tetap ada suplai gizi yang masuk, jangan langsung makan dalam porsi yang besar, tapi makanlah dalam porsi yang sedikit namun sering. Meskipun makannya ibu hamil bisa hingga 4-5 kali sehari, namun cara ini efektif agar tubuh sang ibu tidak kekurangan gula darah dan nutrisi bagi bayi tetap terjaga.

 Konsumsi makanan dengan gizi seimbang

Biasanya, di trisemseter pertama ibu hamil kerap meminta makanan yang pedas dan asam agar mual dan muntahnya berkurang. Hal itu tentu sah-sah saja, namun tetap harus dalam batasan yang wajar. Yang pasti, jangan lupa makanan dengan gizi seimbang agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga. Selama hamil, perbanyaklah mengkonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan protein. Serta, jangan lupakan juga buah-buahan, sayur dan vitamin sebagai pelengkap gizi.

Hindari makanan tertentu

Ketika hamil, penciuman akan lebih sensitif sehingga membuat lebih cepat mual saat mencium aroma yang tidak disukai. Setiap ibu hamil tentu saja memiliki sensitifitas dan aroma berbeda yang membuat mual. Usahakan hindari makanan-makan tersebut, semisal bau rokok atau bau yang tajam lainnya. Hindari juga ruang yang sesak dan panas. Karena tempat yang sesak membuat sulit bernapas dan mudah terjangkit mual-mual. Agar mengantasisipasi bau-bauan yang tajam itu, bisa dengan mengonsumsi buah jeruk atau memakan permen peppermint.

Siapkan camilan

Ibu hamil memang cenderung mudah lapar. Oleh karena itu, jangan biarkan ibu hamil terus dalam kondisi lapar agar kesehatan dan gizinya stabil. Solusinya bisa dengan menyiapkan camilan sehat diantara waktu makan. Camilan bisa berupa biskuit bergizi, buah-buahan yang dijus atau memakan produk olahan terbuat dari jahe tentu bisa meredam rasa mual dan muntah. Selamat mencoba! [Eika Vio]

(Terbit di rubrik Tips Anisa Majalah Percikan Iman edisi Desember 2012)
Sumber gambar: DI SINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s