Fiksi Mini: Di Bawah Air Mata Langit

Pria dalam hujan

Oleh: Eika Vio

Aku masih ingat bagaimana bergetarnya punggung itu. Dari kejauhan, dari sekitar sepuluh meter, punggungnya yang kokoh berguncang begitu hebat. Seakan-akan dunia tengah runtuh di hatinya. Bagaimana bisa orang seperti ia bisa terlihat begitu lemah?

Bukankah dahulu kala aku mengenalnya sebagai pria yang paling kuat? Dulu, ia tak pernah menangis meskipun setiap hari ia dimaki oleh ibu kandungnya sendiri. Bahkan, saat kedua orangtuanya bercerai diusianya yang kedelapan, ia pun tak meneteskan bulir air mata setetespun.

Namun, entah mengapa, kali ini, ia bisa juga meneteskan air mata. Dan hujan malam itu memayungi kami—kami yang kedinginan dan hampir mati lemas. Maka, bayangan-bayangan lampau itu berkelebatan mengintai perasaan dan pikiran kami.

Ilustrasi: di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s