Pertama Kali Makan Sate Padang

Sate Padang

Setelah mengalami demam penasaran yang bertubi-tubi, akhirnya aku dan suami bisa menikmati sensasi makan sate Padang untuk yang pertama kalinya. Tepatnya Selasa (10/2) sore selepas pulang kerja kami meluncur berkeliling mencari kedai sate Padang. Dan tibalah kami di sebuah kedai sederhana, di pinggir jalan raya Cileunyi. Setelah tanya harga, akhirnya kami sepakat makan sore di sana.

Sate Padang memang memiliki keunikan tersendiri dibanding sate-sate lainnya. Jika sate yang lain diberi topping kecap manis atau bumbu kacang, sate padang diselimuti kuah kental beraroma khas rempah-rempahโ€”tercium dan terasa seperti bumbu gulai. Sekilas kuliner ini tampak cair seperti bubur, namun campuran ketupat menambah sensasi kenyang. Apalagi ditambah aroma bawang goreng yang ditabur di atas sate, hm… rasanya semakin menggugah!

Menyoal sate Padang, kiranya takkan menarik jika tak membicarakan asal-usulya, betul kan? Nah, konon, sate Padang sudah ada di Padang Panjang Sumatera Barat sejak awal kedatangan para saudagar Islam dari Gujarat India. Para saudagar Islam itu tak hanya mengembangkan wilayah, namun barangkali juga memberi sentuhan cita rasa yang penuh rempah seperti kuliner India.

Sebenarnya, sate Padang di Sumatera Barat memiliki tiga jenis varian, yakni sate Padang, sate Padang Panjang, dan sate Pariaman. Sate Padang terkenal dengan penggunaan daging sapi, daging kerbau, lidah sapi, ataupun jeroan yang dipadukan dengan bumbu kuah kacang kental yang rasanya pedas. Sementara sate Padang Panjang kuah satenya berwarna kuning cenderung encer. Dan sate Padang Pariaman mudah dikenali dengan tampilan kuahnya yang merah kental. Saat itu aku dan suami mencicipi sate Padang yang terbuat dari daging kerbau.

Harga seporsi sate Padang yang kami nikmati adalah Rp. 15.000,- seporsi dengan jumlah sate sebanyak 8 tusuk. Memang terbilang mahal dibanding nasi Padang. Pun juga porsinya lebih sedikit dan minimalis. Tak ada lalaban, tak ada sambal, juga tak ada nasinya. Hanya sate dan ketupat yang dilumuri kuah kental kuning yang disajikan di atas piring rotan dan selembar daun pisang. Meski begitu, rasanya cukup nendang dan lezat. Kamu berminat mencicipi sate Padang juga?๐Ÿ™‚

Ilustrasi: di sini

2 thoughts on “Pertama Kali Makan Sate Padang

  1. tiap daerah di sumatera barat sebenarnya punya cita rasa sate-nya masing.. ada 19 kab/kota, ada 19 lebih citarasa.. cuma tidak semuanya terkenal๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s