Tidak Usah Malu Belajar Riset dan Teknologi dari Jerman

Teknologi Terbaru Mercedes Benz Automobile

Teknologi Terbaru Mercedes Benz Automobile

Bila kita membicarakan Jerman, maka tidak bisa lepas dari kenyataan bahwa Jerman adalah negara yang penuh dengan gagasan orisinil, mempunyai kecenderungan yang tinggi terhadap pendidikan; ilmu pengetahuan; penelitian; dan pengembangan riset-riset yang saling berkaitan satu sama lainnya. Lebih-lebih di era Uni Eropa seperti saat ini, di mana tapal batas diantara negara-negara ‘benua biru’ itu hampir tidak ada sama sekali. Sehingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat, selaras dengan arus globalisasi yang kian meningkat. Oleh karena itu, sudah tidak aneh lagi jika Jerman tersohor dengan sistem pendidikan dan perguruan tingginya yang berkelas. Dampaknya, tidak mengherankan bahwa Jerman kini bisa menjadi yang terdepan dalam riset dan pengembangan paten-paten terkini.

Perhatian dari pemerintah Jerman terhadap dunia riset terbukti sangat besar. Tidak hanya riset-riset pendidikan, melainkan juga riset industri, seperti industri otomotif, kesehatan, teknologi dan lain sebagainya. Pada tahun 2013 silam, pemerintah, perusahaan, dan lembaga riset di sana menggelontorkan dana hingga 54 miliar Euro atau sekitar 809 triliun Rupiah untuk penelitian dan pengembangan. Nilai ini jelas merupakan angka yang fantastis dibandingkan tahun-tahun yang sebelumnya. Dan hasilnya, Jerman menduduki peringkat ketiga di eropa jika diukur berdasarkan nilai investasi dalam bidang riset dan pengembangan. Meskipun dalam skala internasional masih kalah dari Jepang, Korea Selatan, juga China.

Berkaitan dengan hal itulah, lembaga-lembaga riset berkelas internasional banyak memilih Jerman sebagai markas besarnya. Sebut saja misalnya, Max-Planck-Institute (MPI), Helmholtz-Gemeinschaft, Leibniz-Gemeinschaft, dan Fraunhofer-Gesellschaft. Tidak terkecuali perusahaan-perusahaan otomotif raksasa dunia semisal Mercedes-Benz, BMW, Daimler Chrisler, dan Volkswagen. Sama halnya dengan perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan seperti B-Braun, ataupun yang bergerak di bidang olahraga semacam Adidas dan Puma.

Max-Planck-Institute (selanjutnya disingkat MPI) dapat dikatakan sebagai otaknya riset-riset di Jerman. Hal ini tidak mengherankan, karena ilmuwan-ilmuwan yang bekerja di sana merupakan ilmuwan kelas satu dan sebagian dari mereka pernah merebut penghargaan Nobel. MPI mempunyai garapan yang sangat luas dalam risetnya dengan berbagai macam tema penelitian. Prestise yang tinggi akrab dengan MPI sehingga kedudukan direktur di MPI dianggap sebagai puncak karier bagi seorang ilmuwan.

Leibniz-Gemeinschaft banyak bergerak dalam riset sumber daya alam dan sumber daya manusia. Penelitian-penelitian yang berkaitan dengan biologi, humaniora, dan ekonomi menjadi konsentrasi utamanya. Leibniz-Gemeinschaft juga rajin bekerja sama dengan museum-museum terkemuka di Jerman seperti Deutsches Museum di Muenchen salah satu museum sains teknologi terdepan di Eropa. Serta lembaga-lembaga bisnis yang membutuhkan hasil riset dari Leibniz-Gemeinschaft ini.

Helmholtz-Gemeinschaft merupakan rumah idaman bagi para ilmuwan dengan konsentrasi pada penerapan teknologi tinggi. Bahkan tidak lagi menjadi hal yang aneh jika di sini, ilmuwan-ilmuwan asing hilir mudik untuk memanfaatkan fasilitas canggihnya guna mengembangkan riset kedokteran dan fisika.

Video Max-Planck-Institute di Pameran Sains & Teknologi Jerman-Indonesia di ITB Bandung

Video Max-Planck-Institute di Pameran Sains & Teknologi Jerman-Indonesia di ITB Bandung

Di sisi lain, Fraunhofer-Gesellschaft adalah lembaga yang menaruh perhatian sangat tinggi terhadap riset dan kerjasama dengan pihak industri. Di sini, Fraunhofer-Gesellschaft melakukan riset-riset terapan terutama di bidang ilmu teknik yang merupakan ujung tombak meroketnya industri di Jerman. Istimewanya, Fraunhofer-Gesellschaft biarpun berkelas dan mentereng, pengguna jasa risetnya tidak ekslusif dinikmati oleh perusahaan-perusahaan raksasa dan bermodal besar, akan tetapi banyak pula perusahaan madya dan kecil yang menikmati hasil risetnya. Ini sekaligus menunjukkan prinsip keadilan yang luar biasa dan menjadi etos kerja tertinggi di tanah Jerman. Tidak mengherankan, jika muncul penegasan kembali inilah alasan mengapa Jerman manjadi negara penuh gagasan dan ide orisinil.

Penjelasan-penjelasan di atas merupakan bagian dari gambaran terbaik dari Pameran Sains dan Teknologi Jerman-Indonesia yang diselenggarakan di ITB Bandung sejak 28 Oktober-3 November 2015. Berkaitan dengan hal itu, Dr. Mohammad Rachmat Sule selaku Koordinator kerjasama ITB-GFZ (German Research Center for Geosciences) mengemukakan bahwa prestasi yang diraih Jerman bukanlah sesuatu hal yang instan, “Ada banyak pembelajaran berharga dari sini, bagaimana bangsa Jerman bisa memperoleh pencapaian seperti ini dalam rentang waktu yang tidak sebentar. Di sini kita sadar bahwa pencapaian seperti itu hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan dilakukan secara terus-menerus,” ungkapnya sebagaimana yang disampaikan melalui pesan elektronik. []

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s