Cinta Seorang Lelaki

Pagi itu di sebuah klinik kandungan engkau duduk menemaniku, di sampingku. Berkemeja koko ungu yang teduh dengan sekerat janggut manis di dagu. Aku selalu bertanya, mengapa engkau selalu sabar? Tidakkah engkau lelah membersamaiku? Elang mataku memandangmu penuh tanya tentang kesabaranmu itu, ada debar di hati deru di jiwa genta di dada degup di jantung, aku terpesona dengan kesetiaanmu.

Terima kasih, Cinta. Selama ini engkau selalu selalu setia menemani hari-hariku. Melukiskan keindahan pada sehelai kanvas tawar dengan warna-warna keemasan dan kasih. Memberiku arti, warna, dan segudang kebahagiaan. Menggugah hidupku jadi lebih berarti bahwa engkaulah cintaku, dermaga tempat sampan letih ini berlabuh.

Kekasihku, masih ingatlah dulu saat awal pernikahan kita? Aku masih begitu kekanakan. Bahkan rasaku kerap merepotkanmu, memuramkan wajahmu, pada waktu itu aku takut.. Takut telah mengecewakanmu. Ya, aku takut. Terlebih aku adalah Miss Sempurna, yang menganggapmu begitu berbeda denganku. Lalu, bagaimana denganmu? Di waktu hening kau mendatangi aku, melepuhkan tanda tanya, membisiku mesra.

“Aku mencintaimu sebab engkau mencintaiku. Pada orang yang mencinta sepertiku, aku akan memberikan cintanya sebab aku telah dicintai olehmu. Atau, meskipun aku belum dicintai olehmu, aku tetap akan mencintaimu tanpa pamrih.”

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s